Selain Corona, Pandemi Lain Ancam Dunia Jika Manusia Hobi Konsumsi Hewan Liar
Dunia
Pandemi Virus Corona

Selain virus corona (COVID-19), pandemi lainnya disebutkan akan kembali mengancam dunia jika manusia masih tetap nekat untuk mengonsumsi hewan-hewan liar.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) saat ini telah menginfeksi lebih dari 1,5 juta orang di seluruh dunia berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini diketahui disebabkan oleh hewan liar kelelawar.

Saat ini, virus corona telah menjadi pandemi yang mengancam kehidupan manusia. Bahkan, banyak peneliti penyakit mengatakan pandemi virus corona harus dianggap sebagai peringatan mematikan saat ini dan bukan tidak mungkin jika pandemi sejenis akan kembali terjadi.

Artinya, manusia harus memikirkan cara untuk mencegah wabah global selanjutnya terjadi. Hal ini dilakukan dengan cara terus memikirkan kehidupan dan habitat hewan liar.

Dilansir dari The Washington Post, para ilmuwan yang mempelajari penyakit zoonosis mengatakan jika pandemi ini bukan disebabkan oleh hewan liar. Terlebih, selama ini hewan-hewan liar memang telah dikenal selalu membawa virus dalam tubuhnya.

Ilmuwan mengatakan sejumlah hewan liar memang telah menyebabkan sejumlah wabah global seperti Ebola, SARS, MERS dan bahkan virus yang kurang dikenal dari masa ke masa. HIV bermigrasi ke manusia lebih dari seabad yang lalu dari seekor simpanse. Influenza A telah menular dari burung liar ke babi dan ke manusia. Hewan pengerat juga menyebarkan demam Lassa di Afrika Barat.

Namun, masalah utama bukan ada pada hewan-hewan tersebut tetapi justru manusia. Seorang ahli ekologi penyakit yang merupakan presiden EcoHealth Alliance, Peter Daszak mengatakan jika manusia kerap menyalahgunakan hewan liar.

Diantaranya adalah merusak habitat binatang, mengonsumsi hewan liar, hingga menghabisi satwa liar demi mencari keuntungan pribadi. Hal ini menyebabkan keberadaan manusia dengan hewan liar semakin dekat sehingga meningkatkan risiko tertular berbagai macam virus.


"Pandemi secara keseluruhan semakin meningkat frekuensinya," kata Peter Daszak seperti dilansir dari The Washington Post, Sabtu (11/4). “Pandemi bukan akibat karma dari Tuhan. Namun disebabkan oleh apa yang kita lakukan terhadap lingkungan. Kita perlu mulai menghubungkan rantai itu dan mengatakan kita perlu melakukan hal-hal ini dengan cara yang tidak terlalu berisiko.”

Sekitar 70 persen dari penyakit menular yang muncul pada manusia berasal dari zoonosis. Hampir 1,7 juta virus yang belum ditemukan juga diklaim mungkin ada di alam liar. Banyak peneliti mencari penyebab penularan virus hewan ke manusia.

Salah satu kebiasaan manusia yang kerap menyalahgunakan hewan liar terjadi di Wuhan, Tiongkok. Tempat yang menjadi asal mula virus corona ini muncul memang kerap melakukan perdagangan hewan eksotis didorong seperti kelelawar untuk dikonsumsi hingga keperluan pengobatan.

Pasar Wuhan ini juga turut menjual sejumlah hewan-hewan liar seperti anak serigala dan musang untuk dikonsumsi. Menurut para ahli, pasar seperti ini memang berpotensi sebagai pusat penyebaran berbagai virus.

Selain di Wuhan, pasar hewan-hewan liar memang diketahui juga marak terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Padahal, hewan liar selalu memiliki virus yang mengalir melalui tubuh mereka sehingga untuk memburu bahkan mengonsumsi hewan tersebut memiliki dampak buruk yang begitu besar.

Masyarakat Konservasi Satwa Liar dan kelompok-kelompok lain telah meminta negara-negara untuk melarang perdagangan hewan liar. Mereka juga meminta negara dengan tegas menutup tempat makan yang menyajikan hewan liar sebagai menu utama.

“Perlu ada perubahan budaya dari tingkat komunitas ke atas tentang bagaimana kita memperlakukan hewan, pemahaman kita tentang bahaya dan risiko biosekuriti yang kita hadapi,” kata Ketua Ekologi dan Keanekaragaman Hayati di University College London, Kate Jones. “Itu berarti membiarkan ekosistem utuh, bukan menghancurkannya. Itu berarti berpikir dengan cara yang lebih jangka panjang.”

Pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony S. Fauci mengatakan bahwa masyarakat dunia harus menekan Tiongkok dan negara-negara lain yang menjadi tuan rumah pasar hewan liar agar segera menutupnya. Hal ini sebagai salah satu langkah utama pencegahan sejumlah wabah penyakit mematikan seperti virus corona.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts