Jogging Dianjurkan Dengan Formasi Sebaris Demi Hindari Corona, Ini Faktanya
Dunia
Pandemi Virus Corona

Baru-baru ini beredar informasi yang menyarankan untuk menggunakan formasi formasi depan-belakang apabila melakukan jogging di luar rumah. Hal tersebut dilakukan demi mencegah penularan virus corona.

WowKeren - Virus corona membuat sejumlah ahli menganjurkan untuk melakukan physical distancing agar terhindar dari penularan COVID-19 yang menyerang saluran pernapasan. Baru-baru ini beredar informasi yang menyarankan untuk melakukan jogging dengan formasi depan-belakang agar tetap terlindungi dari penyebaran virus corona yang mematikan.

Sebaris atau membentuk formasi diagonal lebih dianjurkan untuk menghindari 'slipstream' yang membuat droplet terbang lebih jauh. Anjuran menjaga jarak aman 1-2 meter untuk mencegah penularan virus corona melalui percikan dahak atau droplet, menurut sebuah riset hanya berlaku dalam kondisi diam seperti mengobrol.

Saat bergerak (jogging atau berjalan) pengaruh 'slipstream' atau pergerakan udara saat seseorang melintas membuat droplet terbang lebih jauh. Bisa mencapai 4-5 meter saat berjalan, bahkan 10 meter saat berlari dan 20 meter saat bersepeda.

Kedua orang berlari dengan formasi depan-belakang, maka orang yang di belakang masih berisiko terkena droplet meski sudah mengikuti anjuran jaga jarak aman 1-2 meter. Pasalnya, virus corona COVID-19 menular melalui droplet yang terkontaminasi virus.

Untuk menghindari droplet dari orang di depannya, para ilmuwan di KU Leuven (Belgium) dan TU Eindhoven (Netherlands) tersebut menganjurkan formasi bersebelahan atau sebaris. Formasi depan-belakang membentuk diagonal juga bisa dilakukan untuk menghindari slipstream.


Sementara itu, praktisi kesehatan olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, mengatakan teori dan simulasi droplet dalam riset yang tengah menjadi perbincangan itu ada benarnya. Namun, ia tidak sepenuhnya setuju apabila melakukan olahraga di luar rumah aman dilakukan di tengah pandemi meski telah menjaga jarak. "Masih ada yang terlupakan, yakni harus tetap pakai masker," katanya.

Dengan formasi sebaris atau diagonal, droplet mungkin saja tidak saling menyebar di antara satu kelompok. Namun menurut dr Michael harus ada pertimbangan bahwa di tempat umum ada orang lain yang bisa terkena droplet.

Sementara untuk penggunaan masker dan kacamata (google) sebagai perlengkapan wajib untuk berolahraga di luar rumah menurut dr Michael pasti tak nyaman. Namun, memakai benda-benda tersebut merupakan hal wajib dilakukan untuk memastikan agar virus tidak menyebar ke mana-mana saat seseorang berolahraga di luar ruangan. "Tetap ada manfaatnya kok, pakai masker saat olahraga bisa sambil melatih VO2max," paparnya.

Sementara itu, dr Michael melarang orang-orang yang sedang dalam keadaan tak sehat untuk berolahraga di luar rumah. Pasalnya, hal ini demi mencegah penularan penyakit termasuk virus COVID-19. "Kalau nggak sehat, jangan keluar," tegas dr Michael.

Pertimbangan berikutnya adalah kondisi lingkungan. Jika seseorang berada di zona merah penularan virus corona, maka olahraga di luar ruangan bukan pilihan yang bijak.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts