Makin Membengkak, Jumlah Kasus Corona di AS Sudah Tembus 500 Ribu
China Daily
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan lantaran dalam 24 jam terakhir ada penambahkan 33,752 kasus baru yang dikonfirmasi, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 18,761 jiwa.

WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat terus mengalami lonjakan yang drastis. Bahkan hingga berita ini ditulis, AS mencatat sekitar 503,177 kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi.

Jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan lantaran dalam 24 jam terakhir ada penambahkan 33,752 kasus baru yang dikonfirmasi, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 18,761 jiwa dan 27,314 pasien lainnya dinyatakan sembuh.

Dari data tersebut, AS mencatatkan kasus aktif sebanyak 457,102 pasien. Dilaporkan bahwa 10,917 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Saat ini, AS sendiri kini masih menjadi negara dengan jumlah kasus positif virus corona terbanyak di dunia.

Sementara itu, New York menjadi kawasan dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di AS. New York telah mencatatkan 172,358 kasus positif virus corona, dengan 7,844 korban tewas dan 148,280 kasus aktif.

Sedangkan daerah-daerah lainnya di AS yang juga terus mengalami lonjakan jumlah kasus positif corona di antaranya adalah New Jersey, Michigan, California, Louisiana, Massachusetts, Pennsylvania, Florida, Illinois, Texas, Georgia, Connecticut, hingga Washington DC yang masing-masing telah mencatatkan lebih dari 10 ribu kasus.


Dilansir dari Reuters, para pejabat memperingatkan jumlah kematian akibat COVID-19 di AS kemungkinan akan memuncak minggu ini lalu turun. Pendapat tersebut berdasarkan bukti bahwa jumlah penambahan infeksi mulai stabil di negara bagian New York, yang merupakan pusat penyebaran virus corona di AS.

Namun dengan banyaknya warga AS yang merayakan hari Paskah pada Minggu (12/4), seorang pakar penyakit menular ternama di AS memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk melonggarkan aturan.

Sebagai informasi tambahan, selain Amerika Serikat, lonjakan kasus COVID-19 juga terjadi di Spanyol dan Italia. Spanyol sendiri kini menduduki posisi dua sebagai negara dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak di dunia dengan total 158,273 kasus. Jumlah ini bertambah sekitar 5,051 kasus dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Spanyol juga melaporkan ada 634 kematian baru akibat virus corona. Angka ini membuat jumlah kematian akibat COVID-19 di Spanyol berada pada angka 16,081 jiwa.

Sementara itu, Italia masih menjadi negara dengan jumlah kasus kematian akibat COVID-19 tertinggi di dunia, yakni menyentuh angka 18,849. Italia melaporkan sekitar 3,039 kematian baru. Italia sendiri kini berada di urutan ketiga sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di dunia, yakni menyentuh angka 147,577 pasien.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts