Trump Didesak Perbanyak Tes Corona Jika Ingin Kembali Buka Perekonomian AS
Getty Images
Dunia

Gubernur negara bagian AS mendesak Trump untuk melakukan lebih banyak tes COVID-19 secara menyeluruh jika ingin mengakhiri masa lockdown dan membuka kembali perekonomian.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) menjadi negara dengan jumlah tes virus corona (COVID-19) terbanyak di dunia. Hingga saat ini AS mengatakan sudah melakukan lebih dari empat juta pengetesan virus corona, dengan total kasus terkonfirmasi di AS sebanyak 819,175 jiwa. Terkait hal ini, gubernur New York Andrew Cuomo mendesak Donald Trump untuk melakukan lebih banyak tes COVID-19 secara menyeluruh jika ingin mengakhiri masa lockdown dan membuka kembali perekonomian.

Menurut Cuomo pelaksanaan tes secara luas adalah kunci bagi negara-negara bagian untuk mengakhiri anjuran diam di rumah dan membuka kembali perekonomian yang sempat terhenti. "Pelaksanaan tes," kata Cuomo saat menjawab pertanyaan wartawan soal fokus yang akan ia bicarakan dalam pertemuan dengan Trump di Gedung Putih.

"Apa pentingnya pelaksanaan tes dan bagaimana kami melakukannya, dan bagaimana pemerintahan federal bekerja sama dengan negara bagian," ia menambahkan.

Sebelumnya, Trump berencana mengakhiri masa lockdown dan mengajak masyarakat kembali bekerja untuk membuka kembali perekonomian. Trump juga mengatakan pelaksanaan tes telah mencukupi di semua negara bagian sehingga sudah semestinya aktivitas kembali berjalan normal.


Kendati demikian, sejumlah gubernur negara bagian masih mengeluhkan minimnya pelaksanaan tes yang bisa menjadi dasar bagi mereka untuk kembali menjalankan aktivitas secara normal, tanpa memicu penambahan jumlah kasus positif corona. Beberapa pakar kesehatan menyebut minimnya jumlah tes mengindikasikan pemerintah meremehkan penyebaran virus corona.

Sebagai informasi tambahan, New York adalah episentrum alias pusat penularan virus corona, yang menyumbang sepertiga dari total 45,343 korban tewas akibat COVID-19 di AS. Sejauh ini, ada sekitar 600 ribu pengetesan virus corona yang dilakukan di New York, dengan jumlah kasus positif mencapai angka 256,555 pasien.

Andrew Cuomo menyebut kalau kepadatan penduduk dan jumlah pengunjung asing di New York menjadikan kota metropolitan tersebut lebih rentan sebagai lokasi penyebaran ideal untuk penyakit menular. New York diketahui memiliki populasi 8,6 juta jiwa dan menjadi daerah terpadat di Amerika Serikat.

Sedangkan daerah-daerah lainnya di AS yang juga terus mengalami lonjakan jumlah kasus positif corona di antaranya adalah New Jersey, Michigan, California, Louisiana, Massachusetts, Pennsylvania, Florida, Illinois, Texas, Georgia, Connecticut, Maryland, Ohio, Indiana, Colorado, hingga Washington DC.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait