Seorang dokter UGD di New York ditemukan tewas akibat bunuh diri. Polisi dan keluarga menduga karena korban merasa stres dan trauma menghadapi wabah virus COVID-19.
- Nidya Putri
- Rabu, 29 April 2020 - 10:59 WIB
WowKeren - Pandemi corona yang tengah menyebar ke seluruh dunia membawa berbagai dampak bagi kehidupan. Salah satunya adalah penyumbang tingkat stres, depresi hingga angka bunuh diri yang tinggi.
Seorang dokter UGD di New York, Amerika Serikat, tewas bunuh diri. Keluarga dan polisi pun menduga bahwa penyebab sang dokter mengakhiri hidup dikarenakan trauma menghadapi wabah virus corona.
Pada Minggu (26/4) lalu, dokter Lorna Breen (49) ditemukan tewas di kediamannya di Charlottesville, Virginia. Breen merupakan kepala departemen gawat darurat di Presbyterian Allen Hospital, Manhattan. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu rujukan untuk pasien COVID-19.
Meski penyebab Breen bunuh diri masih belum diketahui secara pasti, polisi dan dokter menduga karena korban merasa stres saat menangani pandemi COVID-19 ini. "Dia mencoba melakukan pekerjaannya dan itu membunuhnya," ujar ayahnya, Philip Breen, kepada The New York Times.
Meski begitu, Philip Breen mengatakan bahwa sang putri tidak memiliki riwayat penyakit mental. Justru putrinya merupakan seorang dokter yang profesional. "(Dia Breen) Petugas medis profesional yang berada di garis depan dan korban pertama terhadap efek mental atau fisik dari pandemi ini," kata Kepala Polisi Charlottesville, RaShall Brackney.
American College of Emergency Physicians menyebutkan bahwa kemartian Breen ini menjadi pengingat tragis dari penderitaan yang dialami banyak petugas kesehatan selama pandemi. "Ketidak mungkinan situasi di banyak rumah sakit membuat kami sangat terluka," kata Presiden American College of Emergency Physicians, William Jaquis, dalam pernyataan tertulisnya.
"Saya hanya bisa membayangkan untuk Dr. Breen lebih dari yang bisa dia tanggung -- bukan karena kelemahan, tetapi karena kekuatan belas kasihnya," imbuhnya.
Sementara itu, pihak rumah sakit tempat Breen bekerja menggambarkan bahwa sang dokter yang gugur tersebut sebagai sosok pahlawan yang membawa cita-cita kedokteran tertinggi ke garis depan yang menantang di Departemen Gawat Darurat.
Seperti yang diketahui, New York merupakan salah satu episenter dari wabah virus corona di Amerika Serikat. Menurut data yang tercatat, total kasus corona di New York terlah mencapai angka 295.106. Dengan lebih dari 17.300 orang meninggal dunia akibat COVID-19.
(wk/nidy)