Presiden berusia 73 tahun itu percaya diri untuk tidak melanjutkan aturan social distancing. Ia juga mengatakan rencana untuk mengadakan kampanye dalam beberapa bulan mendatang.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 30 April 2020 - 23:36 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Amerika Serikat telah menambus lebih dari 1 juta jiwa. Kendati demikian, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah negara itu tidak berencana untuk memperpanjang pedoman dalam aturan jarak sosial (social distancing) yang berakhir pada Kamis (30/4) hari ini.
Hal itu telah memicu kekhawatiran bagi publik, mengingat pandemi corona belum terkendali. Bahkan penasihat Gedung Putih, Jared Kushner, memperkirakan masalah lebih lanjut bisa saja terjadi.
Trump pada Rabu (29/4) mengatakan berencana pergi ke Arizona, setelah lebih dari satu bulan berada di Ibu Kota Washington. Presiden berusia 73 tahun itu percaya diri untuk tidak melanjutkan aturan social distancing. Ia juga mengatakan rencana untuk mengadakan kampanye dalam beberapa bulan mendatang.
Pemerintah AS diketahui telah berupaya untuk mengembalikan kondisi perekonomian dengan melonggarkan pemabatasan, meski kekhawatiran bahwa hal itu bila dilakukan terlalu cepat berisiko memicu penyebaran virus lebih luas. Trump juga menjabarkan visi untuk kembali dalam kondisi normal, meski vaksin COVID-19 belum juga ditemukan.
"Saya tidak ingin orang terbiasa dengan ini. Saya melihat kehidupan normal terjadi tiga bulan lalu," ujar Trump beberapa waktu lalu.
Selain Arizona, Trump juga berencana pergi ke Ohio. Ia mengatakan itu adalah waktu untuk mulai bergerak dan hendak melakukan kampanye, dengan tidak lagi ada jarak sosial, karena itu tidak terlihat baik.
Meski belum mengatakan secara pasti kapan akan menyelanggarakan kampanye yang melibatkan berkumpulnya banyak orang, namun Trump mengatakan itu akan bergantung pada seluruh negara bagian. Di sejumlah negara bagian tercatat jumlah kasus COVID-19 yang lebih sedikit dibanding yang lain.
Trump mengatakan Gedung Putih tidak perlu memperpanjang pedoman 30 hari memperlambat penyebaran virus. Menurutnya, saat ini masing-masing gubernur di seluruh negara bagian AS telah membuat kebijakan dalam mengendalikan COVID-19. "Pedoman akan menghilang karena sekarang gubernur melakukannya," kata Trump.
AS sendiri telah melaporkan sebanyak 1,064,572 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, 61,669 pasien dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sebanyak 147,411 lainnya dikonfirmasi sembuh.
Sementara itu, sebagai informasi tambahan, saat ini kasus COVID-19 sendiri telah mencapai angka lebih dari 3 juta jiwa di seluruh dunia. Pandemi yang menyebar dari Wuhan ini juga telah menewaskan sebanyak lebih dari 228 ribu korban jiwa, dengan jumlah pasien sembuh mencapai angka 1,007,903.
(wk/luth)