Belum lama ini Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa ia dan tim intelijen AS memiliki bukti bahwa virus corona (COVID-19) berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 02 Mei 2020 - 16:53 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengklaim ia memiliki bukti bahwa virus corona (COVID-19) yang telah menginfeksi lebih dari 3 juta penduduk dunia berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Terkait tudingan Trump tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa virus corona berasal dari hewan yang dijual di pasar tradisional di Wuhan, bukan rekayasa manusia.
"Kami berulang kali mendengarkan penjelasan banyak ilmuwan yang melihat urutan virus tersebut. Kami yakin bahwa asal virus ini sangat alamiah," ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, dilansir dari Aljazeera pada Sabtu (2/5).
Ryan mengatakan, sejumlah pihak perlu memahami bahwa induk dari virus corona tersebut berasal dari hewan ke manusia. Kemudian seiring dengan perkembangannya, virus ini dapat menular antarmanusia. "Tujuan dari pemahaman itu adalah agar kita dapat menerapkan tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di mana saja," ujar Ryan.
Sebelumnya, WHO pernah menegaskan bahwa masih sulit mengidentifikasi secara tepat dari mana asal pandemi ini. Kendati demikian, bukti-bukti yang didapat menunjukkan bahwa virus ini berasal dari kelelawar, alih-alih hasil rekayasa laboratorium di Wuhan sebagaimana rumor yang berkembang.
"Pada tahap ini, sangat tidak mungkin untuk menentukan secara tepat asal muasal virus yang menyebabkan pandemi COVID-19. Kendati demikian, semua bukti-bukti menunjukkan virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibuat. Virus itu kemungkinan besar dibawa oleh kelelawar," kata juru bicara WHO, Fadela Chaib.
Lebih lanjut, Fadela Chaib juga berharap warga dunia tetap berpegang terhadap fakta dan bukan teori yang bermunculan saat ini tentang sumber virus corona. "Banyak ahli sudah melihat sifat genom virus tersebut, dan mereka menemukan bukti hal itu bertentangan dengan klaim yang menyatakan virus tersebut direkayasa di laboratorium," ujar Chaib menambahkan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga mengatakan WHO telah menetapkan tingkat siaga tertinggi dengan menyatakan bahwa virus corona merupakan darurat kesehatan internasional. WHO berkomitmen untuk terus berupaya keras menangani penyebaran pandemi virus corona.
"Kami tidak membuang waktu. Tentu saja, pandemi tetap menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," ujar Ghebreyesus.
Para ahli membuat berbagai rekomendasi umum tentang bagaimana WHO dan negara-negara harus menyesuaikan respons mereka terhadap pandemi virus corona. Mereka menyerukan untuk mengidentifikasi sumber virus zoonosis dan rute penularannya ke manusia.
Di sisi lain, sumber sebenarnya dari virus corona yang telah menginfeksi jutaan orang di dunia dan menewaskan lebih dari 239 ribu orang secara global ini memang masih menjadi misteri hingga kini. Institut Virologi Wuhan sendiri telah menepis rumor yang menyebut virus corona disintesis secara buatan di salah satu laboratorium mereka.
(wk/luth)