Trump Klaim AS Bakal Punya Vaksin Corona Sebelum Akhir Tahun 2020
Dunia

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden berusia 73 tahun tersebut dalam sebuah wawancara bersama Fox News di Gedung Putih pada Minggu (3/5) waktu setempat.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya akan memiliki vaksin virus corona (COVID-19) sebelum tahun 2020 berakhir. Hal ini diucapkan oleh Presiden berusia 73 tahun tersebut dalam sebuah wawancara bersama Fox News di Gedung Putih pada Minggu (3/5) waktu setempat.

"Saya pikir kita akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini. Para dokter akan mengatakan, 'Anda seharusnya tidak mengatakan itu'," kata Trump, seperti dilansir dari The Jakarta Post pada Senin (4/5). "Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Saya pikir kita akan memiliki vaksin lebih cepat daripada nanti."

Pada kesempatan itu, Trump ditanya apakah dia khawatir tentang potensi risiko dari percepatan pembuatan vaksin dan uji coba manusia. Ia mengaku tak mencemaskan hal tersebut. "Karena mereka sukarelawan. Mereka tahu apa yang mereka hadapi. Mereka ingin membantu prosesnya," lanjut Trump.

Presiden dari Partai Demokrat tersebut juga mengaku senang jika negara lain dapat memiliki vaksin lebih cepat dibanding AS. "Jika itu (vaksin corona) adalah negara lain, saya akan memujinya. Saya tidak peduli, saya hanya ingin mendapatkan vaksin yang berfungsi," tegasnya.


Dalam kesempatan ini Trump juga menyatakan prediksinya tentang angka kematian akibat COVID-19 di AS yang menurutnya bakal menembus angka 100 ribu jiwa. "Kita akan kehilangan 75, 80 hingga 100,000 orang. Itu adalah hal yang mengerikan," tutur Trump.

Pada akhir Maret lalu pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci, memang sempat mengatakan bahwa berdasarkan model perhitungan diperkirakan ada 100 ribu kematian atau lebih karena virus corona.

Hingga saat ini AS mengatakan sudah melakukan lebih dari tujuh juta pengetesan virus corona, dengan total kasus terkonfirmasi di AS sebanyak 1,188,122 jiwa. Sebanyak 68,598 korban dinyatakan tewas dan 178,263 lainnya dikonfirmasi sembuh.

New York menjadi negara bagian dengan korban jiwa tertinggi dan disebut sebagai pusat penyebaran corona di AS. Tercatat, jumlah kasus positif COVID-19 di New York mencapai 323,883 jiwa, dimana 24,648 orang dinyatakan meninggal dunia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait