Cara Ekstrem Bunuh Kebosanan, Pria Ini Penuhi Tubuhnya Dengan Tato Kala Isolasi Wabah Corona
SerbaSerbi

Seorang pria asal Inggris ini telah melakukan hal ekstrem selama jalani karantina mandiri di tengah wabah corona, penuhi seluruh tubuhnya dengan tato. Bagaimana hasilnya?

WowKeren - Masyarakat dunia saat ini harus melakukan physical distancing hingga karantina mandiri di rumah sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Mengisolasi diri di rumah selama berminggu-minggu tentunya membuat rasa bosan mulai melanda.

Beberapa orang pun melakukan berbagai aktivitas di rumah untuk membunuh kebosanan, seperti memotong atau mewarnai rambut sendiri hingga belajar berbagai masakan. Namun, ternyata sebagian orang telah melakukan hal-hal yang tidak biasa saat membunuh rasa bosan di tengah pandemi corona.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pria asal Inggris, Chris Woodhead (33). Rupanya, ia menghilangkan rasa bosan dengan menato dirinya sendiri setiap hari selama menjalani karantina mandiri di rumah. Chris yang memang seorang seniman ini telah membuat puluhan tato di tubuhnya selama 49 hari.

”Gagasan menato diri sendiri setiap hari semasa menjalani isolasi muncul dengan cara yang sangat alami," kata Woodhead seperti dilansir dari CNN, Rabu (6/6). “Saya pikir itu akan menjadi cara yang baik untuk menerapkan beberapa struktur ke dalam hari saya, sekarang saya tidak bisa tato dari studio.”

Chris mengaku jika sebagai seniman tato, ia justru biasanya tidak terbiasa menato tubuhnya sendiri. Seniman yang bekerja di sebuah studio di London ini biasanya hanya terbiasa menato orang lain dengan bakatnya. Namun, ia akhirnya belajar untuk menato dirinya sendiri.


Kini, tubuhnya telah ditutupi hampir 1.000 tato. Ia bahkan bersiap menambahkan 100 tato lagi di tubuhnya selama pandemi virus corona ini. Pasalnya, ia mengaku butuh menyalurkan hasrat dan bakatnya sebagai seniman tato saat ini lantaran ia sudah tidak memiliki klien.

Memunculkan ide untuk tato baru setiap hari bukanlah hal yang sulit bagi Chris. Ia berhasil terus bereksperimen dengan mencoba menggambar dan mencoba ide-ide baru. Beberapa tato seputar isolasi berhasil ditemukan seperti gambar virus, kupu-kupu, harimau, badut dan putri duyung hingga ide-ide lain yang terus mengalir.

”Ini benar-benar membantu saya melewati hari-hari yang tak ada habisnya. Sangat membosankan terjebak di rumah, dan tanpa proses kreatif saya akan sangat tersesat," ungkap Chris. “Juga, saya sudah bisa bermain dengan teknik yang berbeda yang saya berpotensi tidak dapat mencoba pada orang lain, jadi saya meningkatkan keterampilan saya, yang sangat bagus.”

Seiring dengan berlatih bagaimana membuat tato desain kecil yang lebih sulit, Chris juga belajar lebih banyak tentang proses penyembuhan. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mendorong siapa pun yang bukan seniman tato profesional untuk mencoba melakukan hal ini di rumah sendiri.

Chris juga mengungkapkan makna menato dirinya di masa darurat saat ini telah membantunya tetap berpijak ketika pandemi membuat kehidupan di sekitarnya semakin buruk. “Tato bukanlah hobi bagiku atau seniman tato lainnya. Ini bagian besar dari diriku. Tubuh manusia adalah kanvas yang luar biasa untuk bermain-main, dan ada ruang tanpa akhir,” pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait