Di tengah lockdown yang diberlakukan di Thailand rupanya tak hanya mengganggu kehidupan rakyat kecil namun juga orang kaya. Namun, ada cara agar jutawan Bangkok tetap bisa menikmati hidup mewahnya di tengah lockdown.
- Nidya Putri
- Kamis, 07 Mei 2020 - 15:17 WIB
WowKeren - Sejumlah negara memberlakukan lockdown demi memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Salah satu negara yang memberlakukan kebijakan ini adalah Thailand.
Namun, adanya kebijakan ini mengganggu kehidupan tak hanya rakyat kecil namun juga para orang kaya di Thailand. Meski begitu, para jutawan di Negeri Gajah Putih tetap tidak lupa untuk menikmati hidup penuh kemawahan.
Hal itu terlihat dari seorang pencicip makanan mengambil kiriman dari kepala pelayan di dalam sedan hitam. Sebuah layanan mewah jasa antar makanan yang hanya bisa dirasakan para jutawan.
Dikutip dari AFP, Thailand adalah salah satu negara yang paling tidak setara di dunia, dengan jurang lebar yang menganga di antara si kaya dan si miskin. Wabah COVID-19 membuat banyak orang di negara tersebut mengalami PHK, sekaligus menciptakan 22 juta pendaftar penerima bantuan tunai pemerintah.
Setiap hari terlihat ratusan orang mengantre untuk mendapatkan sumbangan makanan di Bangkok. Kondisi tersebut seperti tanda suram bagi perekonomian negara tersebut yang diperkirakan terkontraksi lebih dari enam persen di tahun ini, situasi terburuk sejak krisis keuangan Asia pada 1997.
Bukan saja warga tidak mampu yang resah dengan pandemi ini. Warga Bangkok yang kaya juga tidak nyaman karena pergerakan yang terbatas serta jam malam diberlakukan.
Namun, para konglomerat bisa mengandalkan perusahaan pelayanan Silver Voyage Club. Perusahaan tersebut bertugas mengantar makanan kelas atas dari restoran top. "Klien utama kami adalah individu bernilai tinggi yang merupakan (nasabah) VIP dari bank," kata pendiri Silver Voyage Club Jakkapun Rattanapet.
Menurut Rattanapet, layanan pramutamu ini biasanya diberikan sebagai bagian dari program hadiah ketika pemegang rekening bank setidaknya memiliki saldo senilai USD 1 juta atau setara dengan Rp 15 miliar.
Namun, Silver Voyage Club kini meluncurkan program White Glove Delivery setelah bisnis pramutamu merosot ketika perekonomian global terhenti. Daging sapi wagyu, hidangan laut, dan dim sum ditawarkan dari 20 restoran. Beberapa di antaranya bertempat di hotel-hotel mewah atau terdaftar di Michelin Guide.
Seorang kepala pelayan dengan mengenakan sarung tangan putih juga bisa ikut mengatur meja dan menyajikan makan. Itu merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan perusahaan pramutamu tersebut.
Selain melayani hasrat kaum elite, White Gloves juga ambil bagian dalam memerangi virus corona dengan membagikan 1.000 makanan setiap hari untuk pekerja rumah sakit sebagai garda terdepan.
Menurut laporan Forbes, Thailand memiliki 27 miliarder dengan keluarga Chearavanont yang mengepalai konglomerat agroindustri CP Group menduduki puncak daftar miliarder tersebut dengan kekayaan bernilai USD 27,3 miliar. Bulan lalu, keluarga Chearavanont berjanji kepada Pemerintah Thailand untuk menyumbangkan USD 29 juta.
Di hari yang sama, Perdana Menteri Prayut Chan O Cha menyerukan orang-orang super kaya di negara tersebut untuk mengeluarkan kocek guna membantu Thailand terhindar dari kehancuran ekonomi.
Adanya pengurangan pembatasan pada restoran-restoran di Bangkok memungkinkan pelanggan menikmati makan dengan menjaga jarak. Bisnis makanan di Thailand juga masih bisa mengandalkan jasa pengiriman untuk mendapatkan penghasilan, namun mereka tidak melayani pesanan alkohol.
(wk/nidy)