Jokowi bahkan menargetkan agar pengendalian COVID-19 semakin dimaksimalkan sehingga kasus penyebaran COVID-19 bisa ditekan dalam waktu dua minggu ke depan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 12 Mei 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia terus bertambah. Begitu pula angka kematian yang masih tinggi.
Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan jika berdasarkan data yang ia dapatkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, tercatat 70 persen kasus positif corona berada di Pulau Jawa. Yang mana, angka kematian akibat COVID-19 di pulau ini juga tinggi, yakni 82 persen.
"Berdasarkan data gugus tugas kasus positif itu ada di Pulau Jawa, 70 persen," ujar Jokowi dalam rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Penerapan PSBB secara virtual, Selasa (12/5). "Demikian juga dengan angka tertinggi kematian 82 persen juga ada di Pulau Jawa."
Oleh sebab itu, ia meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk lebih efektif dalam mengendalikan penyebaran virus corona di Pulau Jawa. "Untuk itu saya minta Gugus Tugas memastikan pengendalian COVID-19 di lima provinsi, di pulau Jawa ini betul-betul dilakukan secara efektif," ucap dia.
Lebih jauh, Jokowi bahkan menargetkan agar pengendalian COVID-19 semakin dimaksimalkan sehingga kasus penyebaran COVID-19 bisa ditekan dalam waktu dua minggu ke depan. "Terutama dalam dua minggu ke depan ini. Kesempatan kita mungkin sampai Lebaran ini, harus betul-betul kami gunakan," kata mantan Wali Kota Surakarta ini.
Per Senin (11/5) kemarin, berdasarkan data covid19.go.id, kasus COVID-19 telah mencapai 14.265 orang. Data tersebut merupakan hasil laporan kasus virus corona hingga pukul 12.00 WIB. Tercatat, total angka kematian berjumlah 991 orang dan pasien yang dinyatakan sembuh dari corona mencapai 2.881 orang.
"Terdapat 233 penambahan kasus positif corona,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (11/5). “Total kasus positif menjadi 14.265 orang."
DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus terbanyak sebesar 5.190 orang atau sekitar 37 persen dari total keseluruhan di Indonesia. Lalu diikuti dengan Jawa Timur yang mencatat 1.502 orang atau 10,7 persen penyumbang kasus COVID-19 di Tanah Air.
(wk/zodi)