Nonton Video Klip Kekeyi, Ernest Prakasa Sebut Kriminalitas Estetika
Instagram/ernestprakasa
Selebriti
Kontroversi Lagu Kekeyi

Ernest Prakasa ikut membagikan tanggapannya mengenai video klip Kekeyi yang menjadi trending. Ernest menyebut bahwa kejahatan estetika yang dilakukan Kekeyi tak seharusnya mendapat penghinaan.

WowKeren - Ernest Prakasa akhirnya tidak mampu menahan rasa penasarannya untuk ikut menonton video klip Rahmawati Kekeyi, "Keke Bukan Boneka". Setelah menonton sendiri video tersebut, Ernest pun membagikan pendapatnya lewat akun sosial media miliknya.

"Karena penasaran akhirnya lihat video Kekeyi trending ke-2 dengan 22 juta views. Hal pertama yang terlintas di benak gua ketika nonton video itu adalah, Ternyata untuk bikin video klip dan lagu, tidak harus bisa nyanyi," ungkap Ernest pada Sabtu (6/6). "Apakah menurut gue Kekeyi bisa nyanyi, tentu tidak. Apakah menurut gue, video itu secara estetika indah, tidak."

Namun menurut Ernest, hal itu tidak membuatnya berhak menghina karya Kekeyi. Menurut sutradara film "Cek Toko Sebelah" itu, trending-nya video klip Kekeyi merupakan daya tarik dari internet dan sosial media.


"Itu lah menariknya internet dan media sosial, bahwa kita tu nggak bisa mematok sesuatu berdasarkan selera kita. Dan jangan lah menuruk gue kita ganggu-ganggu kesenengan orang," tutur Ernest. "Orang-orang itu sekarang banyak yang ganggu kesenengan orang, iya nggak sih. Kayak 'Apaan sih lu begitu aja ditontonin' Ya biarin aja kali. Kuota-kuota dia, bikinnya juga nggak ngerugiin elu, nggak minta modal sama elu, ya udah biarin aja gitu."

Erenst pun memberi istilah kriminalitas estetika terhadap apa yang dilakukan Kekeyi dalam video tersebut. Meski begitu, Ernest menilai tak seharusnya hal tersebut tidak sepatutnya menjadi alasan untuk melontarkan caci maki. Menurut pendapat Ernest, penghinaan-penghinaan tersebut bisa jadi tanda dari sebuah rasa iri dan dengki.

"Beda kecuali kayak kemarin misalnya kasus Ferdian Paleka, itu jelas kelewatan. Tapi kalau untuk kejahatan kejahatan yang levelnya hanya sebatas di estetika, kriminalitas estetika. Jelek bagus itu relatif," pungkas Ernest. "Tapi sukses banget terus orang pada maki maki, menghina. Menurut gua penghinaan itu di-drive salah satu unsur terbesarnya adalah iri hati, dengki gitu. Kayak 'Gue tu berusaha bikin yang keren banget tapi nggak bisa sesukses ini. Ini apaan kenapa bisa sukses' Kenapa gue bisa ngomong gini karena gua pernah ada di posisi itu."

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts