Trump Ingin 'Depak' Tiongkok Dari Wall Street, Bakal Jadi Perang Dingin Jilid II?
Dunia

Ketegangan antara Tiongkok dan AS tampaknya tak akan berakhir dalam waktu dekat. Sebab belum usai masalah perang dagang, kini Trump berniat 'menendang' perusahaan Tiongkok dari bursa saham AS.

WowKeren - Perseteruan antara Tiongkok dan Amerika Serikat tampaknya tak akan berakhir dalam waktu dekat. Sempat "berdamai" lewat perjanjian dagang beberapa saat sebelum pandemi COVID-19 melanda, kini ketegangan antara dua negara kembali terasa.

Bahkan kekinian dunia makin meyakini Tiongkok dan AS akan terlibat perang dingin. Sebab baru-baru ini Presiden AS Donald Trump dengan tegas menginstruksikan senat untuk menyusun RUU yang bisa "mengusir" keberadaan perusahaan Tiongkok dari bursa saham AS, Wall Street.

Dalam RUU itu dirancang ketentuan ketat apabila perusahaan Tiongkok nekat mau melantai di Wall Street. Yakni harus siap diaudit oleh regulator AS selama tiga tahun berturut-turut atau izin tak akan turun.

RUU kontroversial ini pun turut dikomentari oleh Guru Besar Hukum dari Harvard Law School, Jesse Fried. Fried meyakini Tiongkok akan memilih menarik semua emiten perusahaannya alih-alih "menyerah" dan berkenan diaudit oleh regulator AS.


"Sangat tidak mungkin Tiongkok mau mengizinkan inspeksi AS mengaudit perusahaan mereka," tutur Fried, seperti dilansir dari CNBC, Rabu (10/6). "Ini akan membuat harga saham mereka jatuh."

Trump sendiri berdalih RUU ini disusun demi melindungi investor AS. Namun Fried ternyata memiliki pandangan berbeda lantaran ada potensi bumerang tersendiri di balik pengesahan beleid tersebut.

"Ini bisa menjadi bumerang bagi investor AS, arena harga saham perusahaan China itu bisa turun ke titik sangat rendah," kata Fried. "Tidak banyak yang dapat dilakukan untuk melindungi mereka pada titik ini."

Oleh karena itu, Fried sendiri meyakini RUU ini akan ditentang habis-habisan oleh Wall Street, bahkan berujung tak disahkan. Namun demikian tak banyak kepastian yang bisa dijanjikan lantaran Trump pun dikenal kerap mengambil kebijakan kontroversial, seperti dengan melarang Huawei beroperasi di AS ataupun memutus hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena dianggap terlalu "Cinasentris".

"Wall Street akan melobi untuk membatalkan RUU tersebut, karena bagaimanapun Wall Street diuntungkan dari perusahaan Tiongkok yang terdaftar di sini," pungkas Fried. "Mereka mungkin akan memberikan tekanan pada orang-orang di Senat untuk membatalkan UU itu."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait