Hal ini diungkapkan mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, dalam buku 'The Room Where It Happened: A White House Memoir' yang mengutip pertemuan Trump dan Xi Jinping di sela KTT G20 di Osaka.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 18 Juni 2020 - 14:44 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah meminta bantuan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membantunya memenangkan pilpres AS pada November mendatang. Kabar itu diungkap mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, dalam bukunya yang berjudul "The Room Where It Happened: A White House Memoir".
Dilansir dari South China Morning Post pada Kamis (18/6), dalam buku tersebut Bolton mengungkapkan bahwa Trump dan Xi melakukan pertemuan di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang, pada tahun lalu. "Trump, yang menakjubkan, mengalihkan pembicaraan ke pemilihan presiden AS mendatang, menyinggung kemampuan ekonomi Tiongkok dan memohon kepada Xi untuk memastikan dia menang," tulis Bolton dalam bukunya.
Menurut Bolton, Trump telah menekankan tentang pentingnya petani dan meningkatkan pembelian kedelai serta gandum Tiongkok dalam hasil pemilihan. Bolton hendak menuliskan kata-kata yang diungkapkan terkait hal tersebut dalam bukunya. Namun dia menyebut proses tinjauan pra-publikasi pemerintah memutuskan sebaliknya.
"Percakapan Trump dengan Xi tidak hanya mencerminkan ketidakcocokan dalam kebijakan perdagangannya, tapi juga pertemuan di benak Trump tentang kepentingan politiknya sendiri dan kepentingan politik AS. Trump mencampuradukkan masalah pribadi dan nasional, tidak hanya pada masalah perdagangan, tapi di seluruh bidang keamanan nasional," tulis Bolton.
Dalam buku itu Bolton mengatakan Trump juga mendukung Tiongkok membangun kamp konsentrasi bagi etnis minoritas Muslim Uighur. Dukungan itu disebut dilontarkan Trump demi memuluskan permintaan terkait bantuan pemilu kepada Xi.
Padahal, selama ini AS merupakan salah satu negara yang paling vokal menuduh Tiongkok melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur, terutama terkait dugaan pembangunan kamp-kamp tersebut oleh pemerintahan Xi.
"Dalam jamuan makan malam KTT G20 di Osaka pada Juni 2019, dengan hanya hadir penerjemah, Xi menjelaskan kepada Trump mengapa ia pada dasarnya membangun kamp konsentrasi di Xinjiang. Menurut penerjemah kami, Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan itu. Kamp-kamp itu menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan."
Tak hanya soal Uighur, Trump juga menyinggung masalah Tiongkok dengan kaum pro-demokrasi di Hong Kong. Bolton menyebut Trump mengatakan kepada Xi bahwa dirinya tak ingin terlibat dalam konflik Tiongkok dengan Hong Kong. "Trump mengatakan 'kami (AS) juga memiliki masalah HAM juga'," kata Bolton.
Bolton menyebut Trump ingin menjadikan Tiongkok sebagai isu utama dalam pemilu 2020 dengan menjadikan sang presiden terlihat bersikap lebih tegas menindak Tiongkok daripada lawannya di pilpres mendatang, Joe Biden.
Sementara itu, buku "The Room Where It Happened: A White House Memoir" sendiri rencananya dirilis pada 23 Juni mendatang. Namun Departemen Kehakiman AS telah mengajukan gugatan terhadap Bolton pada Selasa (17/6).
(wk/luth)