Trump melihat program itu tak sesuai hukum. Keputusan ini diungkap Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf. Padahal, ada sekitar 649 ribu imigran terlindungi dari deportasi dengan adanya program tersebut.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 23 Juni 2020 - 10:06 WIB
WowKeren - Pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan program perlindungan imigran ilegal yang masuk ke negara itu ketika anak-anak, DACA (Deferred Action for Childhood Arrivals), dalam enam bulan ke depan.
Disebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump melihat program tersebut tak sesuai hukum. Keputusan tersebut diungkap Pejabat Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf dalam wawancara dengan NBC pada Minggu (21/6) waktu setempat.
"Tidak pernah sekalipun mereka menyebut bahwa program ini sesuai aturan hukum. Mereka hanya tidak menyukai dasar usulan serta prosedur yang kami lakukan," kata Wolf dalam pernyataannya.
Sebelumnya, pada Kamis (18/6) pekan lalu, Mahkamah Agung AS menghambat upaya Trump untuk menutup kebijakan DACA yang digagas pada 2012 oleh mantan presiden periode sebelumnya, Barack Obama. Tercatat sekitar 649 ribu imigran terlindungi dari deportasi dengan adanya program tersebut.
Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, bahkan mengatakan bahwa sejauh ini tak ada masalah dengan program DACA. Bukan hanya itu, John Roberts justru menyatakan bahwa Presiden Trump melanggar prosedur pemerintahan karena terburu-buru meminta penangguhan DACA berdasarkan penilaian hukum yang lemah.
Akan tetapi, pada Sabtu (20/6), Trump mengatakan pemerintahannya akan mengajukan kembali rencana penghapusan kebijakan DACA, tetapi tidak menyertakan rincian lebih lanjut.
Sementara dalam wawancara lain dengan CBS, Wolf menyebut pihaknya akan tetap memperbaharui visa untuk para imigran di bawah program itu selagi mencari jalan untuk mengakhirinya secara permanen. Dia menambahkan bahwa Trump telah mengarahkan kementerian untuk mengikuti dengan saksama peraturan yang dikeluarkan Mahkamah Agung AS serta kemungkinan mengajukan usulan penghapusan kebijakan dengan dasar yang berbeda.
Di sisi lain, Trump dilaporkan mengajukan permohonan penghentian DACA pada September 2017, saat ia sedang gencar berupaya menghentikan semua kebijakan imigrasi Obama, bahkan ingin mengusir 10 juta imigran ilegal yang sudah tinggal bertahun-tahun di Amerika Serikat.
Sedangkan sebelumnya, pemerintahan Obama sendiri mengesahkan DACA pada 2012 untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak dari imigran yang datang ke AS. Di bawah aturan itu, anak imigran bisa belajar dan bekerja di Negeri Paman Sam.
Sebagai informasi tambahan, belakangan ini Trump sendiri memang kerap menuai kontroversi dari publik jelang kampanye untuk pemilu November mendatang. Elektabilitasnya disebut menurun dibandingkan pesaingnya, Joe Biden. Hal ini lantaran Trump mengambil beragam kebijakan yang dinilai sangat tak masuk akal.
Selain terkait keputusannya untuk menghentingan DACA, Trump juga menuai kontroversi atas sikapnya dalam menangani pandemi virus corona di AS. Bukan hanya itu, Trump juga mendapat kritik keras soal sikapnya saat gelombang demo anti-rasisme Black Lives Matter terjadi.
(wk/luth)