Keponakan Trump Tulis Buku Berisi Rahasia Kelam Keluarga, Sebut Sang Presiden sebagai Pria Berbahaya
Dunia

Menurut situs penerbit, buku itu akan membongkar sejarah kelam keluarga dan menjelaskan bagaimana Donald Trump menjadi pria yang mengancam kesehatan dunia, keamanan ekonomi, dan tatanan sosial.

WowKeren - Keluarga Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sedang berupaya menghalangi penerbitan buku karya Mary L. Trump, yang dinilai akan mengungkap rahasia kelam keluarga mereka.

Mary L. Trump merupakan keponakan Donald Trump. Mary adalah anak perempuan tertua dari Fred Trump Jr. Bukunya yang berjudul "Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man" dijadwalkan akan diterbitkan oleh penerbit Simon & Schuster pada 28 Juli mendatang.

Menurut keterangan situs penerbit Simon & Schuster, buku itu akan membongkar sejarah kelam keluarga Trump, dan akan menjelaskan bagaimana Trump menjadi pria yang kini dinilai menjadi ancaman bagi kesehatan dunia, keamanan ekonomi, dan tatanan sosial.

Dilansir The New York Times pada Kamis (25/6), adik laki-laki Trump, Robert S. Trump, mengajukan permintaan melarang penerbitan buku tersebut melalui Pengadilan Queens County Surrogate sejak Selasa (23/6) lalu. Dokumen pemblokiran tersebut diajukan dengan alasan bahwa Mary telah melanggar perjanjian kerahasiaan penyelesaian harta Fred Trump Sr., yang merupakan ayah dari Donald dan Robert Trump, sekaligus kakek Mary.

Perjanjian kerahasiaan itu menyebutkan bahwa Mary dilarang menulis jenis buku apapun yang dinilai dapat membongkar rahasia keluarga Trump. Namun hingga kini, petinggi di Organisasi Trump menolak mengomentari upaya hukum tersebut.


Robert Trump dalam sebuah pernyataan mengatakan ia sangat kecewa atas keputusan keponakannya menerbitkan buku tersebut. "Usahanya (Mary) memunculkan sensasional dan salah menandai hubungan keluarga kami setelah bertahun-tahun demi keuntungan finansialnya sendiri adalah sebuah penghinaan dan ketidakadilan untuk mengenang mendiang kakak saya, Fred, dan orangtua kami yang terkasih," kata Robert.

"Saya dan seluruh keluarga sangat bangga dengan saudara lelaki saya yang luar biasa, Presiden, dan merasa bahwa tindakan Mary benar-benar memalukan," tambahnya lagi.

Sementara itu, pengacara Mary Trump, Theodore J. Boutrous Jr., mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Presiden dan keluarganya berusaha menekan peredaran buku kliennya yang membahas hal-hal yang sangat penting bagi masyarakat. "Mereka melakukan pengekangan yang melanggar hukum karena mereka tidak ingin masyarakat mengetahui kebenaran. Pengadilan tidak akan mentolerir pelanggaran kasar Amandemen Pertama ini," kata Theodore.

Sedangkan juru bicara penerbit Simon & Schuster, Adam Rothberg, mengatakan upaya pencegahan penerbitan buku akan berujung gagal.

Di sisi lain, dalam bukunya Mary Trump menulis bahwa dirinya adalah sumber utama untuk liputan The New York Times tentang keuangan Presiden. Dia juga memberi surat kabar itu dokumen-dokumen pajak yang bersifat rahasia.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait