Twitter Sebut Trump Lakukan Manipulasi Media, Sigap Tutup Permanen Akun Pendukung Sang Presiden
Dunia

Twitter menetapkan video bayi yang diunggah Trump sebagai bentuk manipulasi media. Video itu memperlihatkan bayi kulit hitam bayi kulit putih dengan keterangan, 'Bayi lari ketakutan dari bayi rasis'.

WowKeren - Twitter lagi-lagi memberikan tindakan tegas pada postingan Presiden Donald Trump dan melabelinya sebagai bentuk manipulasi media. Langkah ini diambil setelah akun Twitter milik Trump membagikan video balita yang diubah konteksnya.

Pekan lalu Twitter menetapkan video bayi yang diunggah ulang Trump sebagai salah satu bentuk manipulasi media. Video asli yang viral memperlihatkan bayi Afrika-Amerika bersahabat dengan bayi kulit putih. Tapi dalam video yang diunggah Trump, konteksnya diubah dengan cuitan yang berbunyi, "Bayi lari ketakutan dari bayi rasis".

Twitter anggap postingan Trump manipulasi media

Twitter/ Donald J. Trump

Ini adalah kedua kalinya Twitter mengambil tindakan terhadap dua postingan Trump. Sebelumnya Twitter menyembunyikan postingan Trump yang mengancam menerapkan kekuatan serius terhadap pengunjuk rasa di Washington DC. Twitter mengatakan postingan itu melanggar kebijakan mengancam dengan kekerasan.

Twitter telah berulang kali berselisih dengan Trump sejak platform media sosial tersebut mulai menentang kicauan sang Presiden pada Mei lalu. Bahkan kala itu, Presiden AS tersebut mengancam akan mengubah undang-undang media sosial setelah Twitter melabelkan satu cuitannya tentang ketidakuratan pengiriman surat suara dan menyembunyikan postingannya tentang kerusuhan yang menurut Twitter menghasut kekerasan.


Sementara itu, video bayi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Carpe Donktum, yakni akun yang dikenal sebagai pendukung Trump. Twitter mengatakan mereka telah menutup akun tersebut tanpa batas waktu karena berulang kali melanggar kebijakan hak cipta.

"Saya menerima perintah dari DMCA (Digital Millennium Copyright Act) untuk menurunkan video itu pagi ini dan beberapa jam kemudian datang surat penutupan akun," tulis Donktum di platform konten digital lainnya, Locals.

Pihak Twitter sendiri tidak memberitahu bagaimana Donktum dapat kembali menggunakan akun tersebut. "Jadi saya berasumsi ini untuk terakhir kalinya dan permanen," tambah Donktum.

Sebenarnya pada Juli tahun lalu akun tersebut sempat ditutup sementara oleh Twitter selama delapan hari. Hal itu lantaran akun tersebut membagikan video yang menggambarkan Trump mengenakan baju koboi dan menyerang jurnalis CNN, Jim Acosta.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait