Seorang bocah berusia 5 tahun asal Thailand yang positif COVID-19 berhasil menyelamatkan nyawa saudarinya dengan melakukan operasi transplantasi sumsum tulangnya tanpa menularkan virusnya.
- Nidya Putri
- Jumat, 26 Juni 2020 - 11:09 WIB
WowKeren - Sebuah kasus langka terjadi di Thailand. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang menderita COVID-19 berhasil menyelamatkan nyawa saudarinya yang berusia 7 tahun dengan menyumbang sumsum tulangnya.
Adalah Jintanakan “Jean” Boonklomjit (7 tahun), yang memiliki kelainan darah yang disebut talasemia dan dokter mengatakan kepada keluarganya satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan transplantasi sel induk. Namun, transplantasi tersebut tak bisa dilakukan oleh sembarang orang termasuk keluarganya.
Sang ayah mengatakan bahwa hanya anak laki-lakinyalah Sila "Jio" satu-satunya yang memiliki peluang untuk melakukannya. Adapun presentase keberhasilan adalah 25 persen.
Menurut Prof. Dr. Usanarat Anurathaphan, dokter yang mengoperasi Jean, anggota keluarga adalah orang-orang dengan peluang tertinggi untuk menjadi donor yang cocok. Para dokter khawatir karena operasi pada anak-anak adalah tugas yang sulit dan sulit tetapi terus berjalan.
Hal yang lebih mengejutkan adalah pada hari mereka mengumpulkan sel induk Jio, mereka baru mengetahui bahwa ia terinfeksi COVID-19. Sehingga Jio pun segera dikarantina.
Risiko operasi pun bertambah. Pasalnya, tak hanya usia pasien dan pendonor yang masih sangat muda, para tenaga medis pun tak ingin virus COVID-19 ini menular kepada orang-orang di tengah berjalannya operasi.
Meski demikian, Jio ingin membantu saudara perempuannya mendapatkan transplantasi dan mereka setuju untuk mencoba sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya - transplantasi sumsum tulang dengan pasien COVID-19.
Beruntung, operasi tersebut sukses dilakukan. Para dokter berhasil membuat transplantasi sumsum tulang tanpa menularkan virus kepada Jean.
Hal ini tentunya menjadi keberhasilan pertama operasi transplantasi dari orang yang terinfeksi COVID-19. Sebelumnya, mereka telah memulai prosedurnya pada bulan April lalu namun baru berhasil menyelesaikannya pada 23 Juni 2020.
Selalu ada rintangan yang datang dalam hidup yang kita pelajari untuk diatasi. Terutama sekarang, kesulitan krisis COVID-19 menantang semua orang untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk tetap bersama.
Sementara kita menunggu kesembuhan, yakinlah bahwa kita akan berhasil. Lakukan apa yang diperlukan untuk melindungi mereka yang Anda cintai.
(wk/nidy)