Minta Masyarakat Hidup Berdampingan Dengan COVID-19, Mahfud MD: Jangan Terus Sembunyi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

pemerintah Indonesia telah melaporkan adanya tambahan kasus COVID-19 baru sebanyak 1.178 pada Kamis (25/6). Dengan demikian, total jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini telah menembus 50.187 kasus.

WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta agar masyarakat tidak bersembunyi dari COVID-19. Mahfud mengingatkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberi arahan agar masyarakat hidup berdampingan dengan COVID-19.

"Jangan berpikir, terus sembunyi dari COVID-19. Kita harus berdampingan dengan COVID-19 sesuai arahan Presiden Joko Widodo," tutur Mahfud dalam keterangannya, dilansir Kompas.com pada Jumat (26/6). Oleh sebab itu, Mahfud menilai situasi saat ini adalah kesempatan untuk bersama menangani corona.

Meski demikian, Mahfud mengakui bahwa hampir semua negara tidak siap dalam menghadapi pandemi corona, termasuk Indonesia. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat untuk menghadapi kebiasaan baru dan juga realita hidup berdampingan dengan corona.

Menurut Mahfud, dengan hidup berdampingan bersama COVID-19 atau menerapkan new normal, maka aspek ekonomi dapat kembali hidup. Selain itu, Mahfud juga menilai bahwa angka COVID-19 sendiri dapat membuat banyak orang stres hingga meninggal.


"Ini kesempatan dalam kesulitan untuk kita maju dalam kebersamaan ekonomi," ungkap Mahfud. "Orang mati disebabkan bisa stres melihat angka COVID-19 itu menjadi awal ide muncul new normal,. Istilah yang dipakai dan sangat dipikirkan bahwa fakta COVID-19 itu ada dan tidak tahu kapan selesainya."

Lebih lanjut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskan bahwa sedikitnya ada 3 aspek yang menjadi fokus utama penanganan COVID-19 sesuai instruksi Presiden. Yaitu aspek kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Aspek kesehatan yang dimaksud adalah melawan pandemi corona dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kemudian aspek ekonomi menjadi inisiatif diterapkannya kebiasaan baru sebagaimana yang sudah diputuskan oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah melaporkan adanya tambahan kasus COVID-19 baru sebanyak 1.178 pada Kamis (25/6). Dengan demikian, total jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini telah menembus 50.187 kasus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts