Viral Pria Ngaku Mantan Pendeta, Ungkap Dapat Fasilitas Tiduri 11 Pelayan Wanita
SerbaSerbi

Warganet di Twitter membagikan video seorang pria yang mengaku sebagai seorang pendeta dan menjadi seorang mualaf. Pria tersebut lantas menceritakan berbagai fasilitas yang ia dapat saat menjadi pendeta.

WowKeren - Belum lama ini warganet di Twitter dibuat heboh dengan sebuah video seorang pria yang mengaku sebagai mantan pendeta. Kini ia menjadi mualaf dan menceritakan pengalamannya sebelum masuk Islam.

Video tersebut dibagikan oleh akun Twitter @PakatDayak, Minggu (5/7). Dalam video terlihat tiga orang lelaki duduk. Mereka memakai baju koko dan peci serta duduk bersila di depan mimbar sebuah masjid.


Pria yang duduk di tengah diduga sebagai mantan pendeta itu lantas menceritakan identitasnya. Semula ia menjelaskan perihal identitas orang tuanya. "Saya sekolah di STT Palangkaraya, Sekolah Tinggi Teologi Tangkiling. Satu tahun di sana. Tahun 2012 saya lulus, saya jadi pendeta muda," tuturnya.

Ia lantas mengaku diberi banyak fasilitas saat menjadi pendeta seperti mendapatkan rumah dan kendaraan. "Yang orang Islam masuk ke dalam Kristen, itu kami begitu bahagia. Apapun yang ada itu dikasih semua fasilitas, termasuk saya," paparnya.

"Saya tidak sombong, (digaji) Rp 4 juta satu bulan. Mobil, motor yang saya bawa ini itu hasil dari gereja itu sendiri, hasil dari saya khutbah dimana-mana," tambahnya. Hingga akhirnya ia menceritakan bahwa menjadi pendeta juga akan mendapatkan pelayanan wanita.

Viral Video Ngaku Mantan Pendeta Ungkap Dapat Fasilitas Tiduri 11 Pembantu

Twitter

"Sebagai pendeta itu difasilitasi apapun yang kita ingini bisa. Termasuk pembantu cewek. Saya maaf bukan saya ini, di dalam 11 pembantu itu semuanya saya tiduri," jelasnya. "Itu dosanya sudah ditebus pak, tenang aja. Bagi saya itu enggak apa, dosa saya, saya seorang pendeta, ngapain mikir dosa."

Lebih lanjut, pemilik akun Twitter @PakatDayak yang mengunggah video ini pun mengomentari pengakuan pria tersebut. "Kalau ente mau pindah agama ya hak anda.. Tapi jangan ngibul begini," ujar @PakatDayak.

"Saya lho orang Palangkaraya. Di mana itu pendeta dikasi fasilitas ++ macam itu di Palangkaraya? Jadi pendeta itu pelayanan dan susah seringkali dikirim ke pedalaman kampung tanpa fasilitas memadai.. Picik sekali," imbuhnya. Menurutnya, setelah lulus STT tidak dapat langsung ditasbih menjadi pendeta. Masa praktek sebagai vikaris harus ditempuh terlebih dahulu.

"Saya juga lulusan STT tapi nggak setahun macam dia. Nggak jadi pendeta pulak," kata @PakatDayak. "Tapi saya tahu betapa susahnya untuk dapat gelar Sarjana Theologia. Dikirim ke pelosok untuk melayani bukan dilayani. Hasil praktek jelek, ya kirim lagi ke tempat lain sampai lulus praktek."

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts