Facebook Dianggap Tak Tunjukkan Komitmen Anti-Rasisme Meski Diboikot
Getty Images
Dunia

Ratusan perusahaan memulai aksi boikot memasang iklan di Facebook. Hal itu lantaran Facebook dianggap tak banyak melakukan aksi melawan rasisme di platform mereka.

WowKeren - Penyelenggara aksi boikot iklan Facebook menilai tidak ada komitmen dari paltform media sosial tersebut untuk melakukan tindakan, meski mereka telah bertemu secara langsung dengan Kepala Eksekutif, Mark Zuckerberg. Mereka menilai Facebook menolak mendukung langsung mengatasi masalah rasisme dan ujaran kebencian yang tersebar.

Presiden Color of Change, Rashad Robinson mengatakan, satu-satunya rekomendasi yang Zuckerberg dan Chief Operating Officer Sheryl Sandberg coba atasi adalah menetapkan posisi hak-hak sipil di dalam perusahaan. Facebook juga disebut menolak untuk menawarkan dukungan langsung untuk korban pelecehan. Disebutkan pula bahwa Facebook tidak memberikan rincian tentang audit ujaran kebencian independen yang telah dibahas dengan pengiklan.

Lebih dari 900 pengiklan telah menandatangani kampanye Stop Hate for Profit yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok hak sipil untuk menekan jaringan media sosial terbesar di dunia itu. Kelompok ini mengambil langkah-langkah konkret untuk memblokir ujaran kebencian dan informasi yang salah, setelah peristiwa demonstrasi anti-rasisme di AS.


Adidas, Ford, Honda, Verizon, Diageo, dan Unilever adalah beberapa perusahaan yang bergabung dalam aksi tersebut. Starbucks dan Coca-Cola juga telah menghentikan semua iklannya di Facebook. Namun kedua perusahaan itu tidak secara resmi mengumumkan dukungannya terhadap kampanye.

Sebagai informasi tambahan, kelompok-kelompok hak-hak sipil AS seperti Anti-Defamation League, NAACP, dan Color of Change memulai kampanye Stop Hate for Profit setelah kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal di bawah cekikan leher seorang polisi kulit putih Minneapolis pada bulan Mei lalu.

Kelompok-kelompok tersebut menguraikan 10 tuntutan untuk Facebook. Tuntutan itu termasuk mengizinkan orang-orang yang mengalami pelecehan parah untuk berbicara dengan karyawan Facebook dan memberikan pengembalian uang kepada merek yang iklannya muncul di samping konten ofensif yang kemudian dihapus.

"Kami memiliki 10 tuntutan, dan secara harfiah kami melewati 10 tuntutan dan kami tidak mendapatkan komitmen, kerangka waktu atau hasil yang jelas," kata kepala eksekutif ADL, Jonathan Greenblatt.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts