Rizki D'Academy mendapat dukungan dari Ridho dan Iis Dahlia ketika dirinya disentil bakal segera menjadi 'Duda Keren'. Iis pun mengingatkan netizen agar tak bersikap sok tahu soal ucapan mereka.
- Ria Susilo Wardhani
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 09:37 WIB
WowKeren - Rizki Syafaruddin sempat bersikap kalem dan santai setiap kali dicecar rumor keretakan rumah tangga dengan Nadya Mustika Rahayu. Ia biasanya cuma sekedar mengaku kalau semuanya baik-baik saja.
"Ki kabar istri?" tanya wartawan. "Entar aja, ada waktunya, InsyaAllah," kata Rizki. "Update aja, kabarnya Nadya gimana ki?" rayu wartawan. "Aman, aman, kabarnya aman. Serius," katanya sambil mengacungkan jempol.
Namun semenjak terus dihujani kritikan dari netter, emosi Rizki akhirnya pecah. Ia sempat terlihat sinis ketika netter membahas soal "ancaman" menjadi duda dalam waktu singkat.
Ketika sedang live latihan vokal bareng Ridho Syafaruddin dan Iis Dahlia, netter usil menyebut Rizki akan menjadi duda. Kelakuan netizen itu ditanggapi sinis oleh Rizki, Ridho dan Iis.
"Wah duren," kata netter via video "Intens Investigasi". "Bentar lagi ada yang jadi duda," seru netter lainnya.
"Bentar lagi jadi duda, ih sotoy deh," kata Iis. "Duren," seru Ridho. "Ha ha ha," kata Iis ngakak. "Susah dapat duren ya," kata Ridho. "Ada yang mau nggak," canda Iis. "Mahal ma," ujar Ridho. "Siapa juga yang mau," ujar Rizki.
Candaan Rizki-Ridho dan Iis Dahlia ini menuai reaksi miris netter. Mereka justru mengingatkan Rizki karena khawatir jika candaan itu ibarat doa yang tertunda.
"Apaan sihh ,, omongan tu doa loh," seru netter. "Karma pasti ada buat kmu Rizky," seru yang lainnya.
Sebelumnya, Iis sudah pernah menasihati Rizki soal resiko taaruf. Ia yakin anak didiknya itu sudah dewasa dan berharap Rizki tak salah dalam mengambil keputusan.
"Mungkin karena perkenalannya lewat taaruf, ketemunya juga lewat telpon, ketemu langsung juga baru berapa kali. Tapi saya berpikir ya udah takdir, jodohnya. Ya kalau gak jodoh, gak mungkin bisa bersatu.Ya udahlah, sebagai orangtua, mama cuma bisa doain, mama restui," kata Iis. "Saya cuma bisa bilang, ya udah kamu udah dewasa, mungkin kamu udah merasa bisa mandiri. Cuma satu pesan buat dia. Mama gak mau dengar, nanti setelah beberapa lama. Gak mau denger udah berapa bulan, ternyata ini, ternyata itu. Gak mau, aku bilang. Seandainya besok-besok diketemuin sifatnya dia itu kurang, ya udah harus diterima. Karena konsekuensi taaruf memang kayak begitu."
(wk/riaw)