Jerinx SID saat ini masih berada di tahanan Polda Bali terkait kasus pencemaran nama baik terhadap IDI. Dari palik jeruji besi, Jernx pun menulis surat berisi pesan soal pandemi Covid-19.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 08:42 WIB
WowKeren - Sejak Rabu (12/8) lalu, drummer Superman is Dead, Jerinx SID ditahan pihak Polda Bali terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh IDI (ikatan dokter Indonesia). Dua pekan lebih tinggal di dalam tahanan, Jerinx ternyata masih tak gentar untuk memperjuangkan pendapatnya.
Hal itu dapat dilihat lewat surat dari Jerinx yang ia kirim dari balik tahanan. Surat itu dibagikan sang istri, Nora Alexandra lewat salah satu postingan terbaru di akun sosial media miliknya. Dalam surat tersebut, Jerinx menyampaikan 3 poin penting.
"1. Tanggal 13 Agustus 2020 polisi melakukan swab test kepada saya. di Rutan Polda bali dan disaksikan seluruh tahanan dan petugas jaga. hasil Swap saya NEGATIF (-)! yang artinya sejak sebelum saya ditahan saya tidak membahayakan nyawa siapapun. Penting dicatan sejak 4 Juni setiap hari saya kontak langsung dengan ratusan bahkan ribuan orang terkait kegiatan bagi-bagi pangan. Jika boleh saya memberi saran, sebaiknya IDI/Kemenkes meneliti kondisi saya untuk menemukan penjelasan ilmiah kenapa saya tidak terinfeksi Virus Covid-19," bunyi surat dari Jerinx yang dibagikan Nora pada Kamis (27/8).
"2. Sebagai WNI setiap tahanan berhak mengajukan penangguhan penahanan dan hal ini dilindungi undang-undang. Saya mengajukan bukan karena saya cengeng tapi karena saya melihat banyak sekali kejanggalan dan konflik kepentingan dalam kasus saya. Tolong diralat saya BELUM dinyatakan bersalah oleh pengadilan," lanjutnya.
"3. Saya mohon kepada kawan2 yg santun, cerdas, dan memiliki pengetahuan luas agar jangan diam saja melihat ketidakadilan yg menimpa rakyat kecil terkait kebijakan wajib rapid/ Swap test> negara kita memiliki anggaran ratusan triliun rupiah untuk pandemi ini. Sudah seharusnya tak ada rakyat yg harus membayar untuk rapid / Swap test. dan dengan anggaran sebesar itu semestinya tidak ada rakyat yang kelaparan, kelaparan adalah sumber utama lahirnya kriminalitas," pungkas Jerinx.
(wk/amel)