Buntut perubahan regulasi CDC Amerika Serikat, WHO menegaskan siapa pun yang memiliki kontak dekat dengan pasien positif COVID-19, dengan gejala atau tanpa gejala, harus menjalani tes.
- Nidya Putri
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:50 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan siapa pun yang memiliki kontak dekat dengan pasien positif COVID-19, dengan gejala atau tanpa gejala, harus menjalani tes. Hal ini disampaikan oleh WHO menanggapi perubahan regulasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
Dilansir AFP, CDC menyebut mereka yang memiliki kontak dekat dengan pasien COVID-19 dan tak menunjukkan gejala "tidak perlu menjalani tes". CDC menilai tes terhadap orang tanpa gejala yang dilakukan terlalu dini untuk mendeteksi virus dapat menimbulkan rasa aman yang salah dan berpotensi membantu menyebarkan virus.
Pimpinan Teknis COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove, meski tidak menyebut Amerika Serikat secara spesifik, merekomendasikan tes harus dilakukan kepada mereka yang memiliki kontak dengan pasien positif terlepas apa pun gejalanya.
"Kami tahu mereka yang memiliki gejala dapat menularkan, dan kami tahu mereka yang tidak memiliki gejala juga dapat menularkan virus," ujar Maria, Kamis (27/8). WHO telah mengembangkan sejumlah pedoman untuk negara-negara terdampak pandemi dan sepenuhnya menyerahkan kepada pemerintah masing-masing untuk menyesuaikan strategi pengujian sesuai dengan kebutuhan dan kapasitasnya, tergantung pada intensitas penularan.
Selain itu, Van Kerkhove juga menyoroti bahwa "pengujian perlu diperluas untuk mencari individu yang gejala yang ringan atau yang mungkin tanpa ada gejala" ketika menginvestigasi kemungkinan munculnya klaster penularan. "Yang penting adalah pengujian dapat digunakan sebagai kesempatan untuk menemukan kasus aktif sehingga mereka dapat diisolasi dan juga supaya pelacakan kontak dapat dilakukan," paparnya. "Ini sangat mendasar untuk memutus rantai penularan."
Sebelumya diketahui CDC telah mengubah pedoman siapa saja yang wajib melakukan tes COVID-19. Padahal semula semua orang yang melakukan kontak dekat dengan mereka yang positif COVID-19 direkomendasikan untuk melakukan tes. Keputusan itu menimbulkan pertanyaan dari ahli kesehatan dan politisi terkait apakah keputusan tersebut berubah karena tekanan politik.
Sementara itu, kasus COVID-19 global telah tercatat lebih dari 24 juta kasus. Dengan jumlah kematian sebanyak 835.637 dan yang sembuh sebanyak lebih dari 17 juta orang.
(wk/nidy)