Kamala Harris berpendapat Trump telah menunjukkan sikap tidak peduli terhadap kesejahteraan rakyat Amerika karena gagal mengatasi pandemi virus corona yang menyebabkan perekonomian terpuruk.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:40 WIB
WowKeren - Calon wakil presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, melontarkan kritik pedas terhadap tindakan pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menangani pandemi virus corona. Selain itu, dia juga mengkritik penanganan pemerintah dalam kerusuhan rasial yang mengguncang AS.
"Donald Trump tak berdaya. Dia ketakutan. Dia picik dan pendendam. Bahkan sekitar delapan bulan setelah krisis ini, Donald Trump tidak akan bertanggung jawab. Dia tidak akan bertindak," kata Harris, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera.
Kamala Harris berpendapat Presiden Trump telah menunjukkan sikap tidak peduli terhadap kesejahteraan rakyat Amerika karena gagal mengatasi pandemi virus corona yang menyebabkan perekonomian terpuruk. Ia bahkan menyebut Trump sebagai Presiden yang tak kompeten. "Semua tragedi ini, seharusnya tidak seburuk sekarang. Yang kami butuhkan hanyalah presiden yang kompeten," kata Harris.
Bukan hanya itu, Harris juga mengkritik Partai Republik yang tidak memberikan gambaran secara jelas dan jujur tentang jumlah korban pandemi dalam konvensi mereka. "Konvensi Partai Republik dirancang untuk satu tujuan, yaitu memenangkan ego Donald Trump. Dia adalah presiden AS, tidak seharusnya semua tentang dia. Ini tentang kesejahteraan dan keselamatan rakyat Amerika. Dalam hal ini Donald Trump telah gagal," ujar Harris.
Dalam pidatonya, Harris juga menyoroti kasus penembakan yang dialami oleh pria Afrika-Amerika, Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin. Dia berpendapat keadilan untuk Blake dan kasus kekerasan lainnya terhadap orang kulit hitam AS harus ditegakkan.
Ini adalah pertama kalinya Harris melakukan serangan politik terhadap Trump sejak dia terpilih untuk mendampingi calon presiden Joe Biden dalam pemilihan presiden November mendatang.
Di sisi lain, penunjukan Harris sebagai cawapres dari Partai Demokrat mendapat beragam reaksi dari sejumlah politikus AS, termasuk mantan presiden Barrack Obama dan Bill Clinton hingga mantan menteri luar negeri Hillary Clinton. Hillary Clinton dalam cuitannya menyambut keputusan bersejarah yang dibuat Biden atas penunjukan Harris. Senada, Bill Clinton juga menyebut Biden telah membuat keputusan tepat atas penunjukan Harris.
Sejumlah pihak memang mendesak Biden untuk memilih wanita sebagai wakil, terutama dari ras kulit hitam selaku kaum minoritas di AS. Desakan disampaikan oleh lebih dari 200 perempuan kulit hitam melalui sebuah surat terbuka. Kamala Harris akan membuat sejarah sebagai wakil presiden kulit hitam dan perempuan keturunan India pertama di AS jika nanti dirinya dan Joe Biden terpilih di pemilu November mendatang.
Sementara itu, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Joe Bidan akan berpasangan dengan Senator Kamala Harris yang diusung dari Partai Demokrat. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump dan Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.
(wk/luth)