Tri Rismaharini Beber Sejumlah Alasan Ogah Bangun Tol di Tengah Kota Surabaya
Nasional

Salah satu alasan Risma menolak pembangunan tol adalah karena jalur tol akan mengganggu sistem aliran air sehingga justru akan menyulitkan warga mendapatkan air bersih

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeberkan sejumlah alasan menolak pembangunan tol di Surabaya pada 2014 silam. Menurut Risma, adanya tol justru akan membebani warga Surabaya.

Untuk bisa menikmati fasilitas tol, maka pengguna jalan harus membayar. Jika untuk kalangan yang mampu memang hal ini tak akan menjadi masalah. Namun justru akan menjadi beban tersendiri bagi kalangan menengah ke bawah, misalnya untuk mereka yang naik motor.

"Misalkan kita buka sepeda motor tol bisa masuk tapi kan bayar (tol tengah)," kata Risma di Surabaya, Jumat (28/8). "Kenapa saya nolak itu, kapan sugihe (kayanya) kalau dia kerja untuk bayar. Kalau dia bayar kapan sejahteranya dia. Itu harus dihitung."

Tak cukup sampai di situ, Risma khawatir jika tol dibangun di tengah kota, maka hal itu akan menjadikan Kota Pahlawan sebagai "kota mahal". Jika sudah seperti ini tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada munculnya kesenjangan sosial.

Adanya kesenjangan juga akan berbuntut pada protes yang bermunculan. Alhasil, kota akan rentan mengalami kekacauan.


"Dampaknya kota rentan sekali terhadap kekacauan, disuntik sedikit pasti ribut karena kesenjangan tadi," tegas Risma. "Kesenjangan itu nanti akan memudahkan kota gampang demo, amarah, amukan, ada teorinya semua."

Selain itu, pembangunan tol akan berdampak pada kondisi saluran air di kota. Jalur tol yang dibangun tidak sesuai dengan sistem aliran air di Surabaya sehingga hal ini justru hanya akan menyulitkan warga dalam mendapatkan akses untuk air bersih.

Belum selesai, alasan lain yang membuat ia menolak pembangunan tol di ibu kota Jawa Timur itu adalah karena di tengah kota sudah masif jumlah bangunannya. Sehingga tidak mungkin untuk membuat tol di tengah kota.

"Kenapa aku nolak, jangan sampai ini orang dagang terganggu. Saya usaha ke bawah kayak underpass Mayjend," ujar Risma. "Saya tidak ingin ada masif, yang masif sudah diakomodir. Tapi nggak bisa yang tengah kota ini karena sudah masif bangunannya."

Bagi Risma, pembangunan harus mendatangkan manfaat bagi warganya. "Kenapa tol tengah kota dibongkar? Karena di situ banyak orang sakit, begitu dibongkar dijadikan sungai, orang sehat, suhu udara kembali dingin," tegasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait