Dalam studi yang dirilis Kementerian Pertahanan Inggris menyebutkan Citriodiol, bahan umum dalam produk pengusir serangga rupanya mampu membunuh virus SARS-CoV-2.
- Nidya Putri
- Sabtu, 29 Agustus 2020 - 11:32 WIB
WowKeren - Citriodiol merupakan bahan yang umum ditemukan dalam produk-produk pengusir serangga. Diketahui, bahan yang berasal dari pohon eucalyptus citriodora itu ternyata bisa membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Temuan ini terungkap dalam studi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Inggris. Dalam studi tersebut, Citriodiol terbukti dapat memberikan lapisan perlindungan terhadap SARS-CoV-2.
Tim peneliti dari Defence Science and Technology Laboratory (DSTL) menginvestigasi sifat antivirus pada Citriodiol terhadap virus corona dengan menggunakan produk pengusir nyamuk bernama Mosi-guard Natural. Produk ini diketahui mengandung Citriodiol sebagai bahan aktif.
Tim peneliti mengaplikasikan Mosi-guard pada tetesan cairan yang mengandung SARS-CoV-2. Selain itu, tim peneliti juga mengaplikasikan produk ini pada kulit sintetis yang terbuat dari lateks.
Uji suspensi cairan yang dilakukan selama satu menit mengindikasikan bahwa produk Mosi-guard Natural memiliki aktivitas antivirus dalam melawan SARS-CoV-2. Perlawanan ini terlihat ketika Mosi-guard Natural tercampur dengan virus ketika masih dalam fase cairan atau droplet.
"Sebagai tambahan, studi virus pada lateks mengindikasikan bahwa Mosi-guard Natural memiliki aktivitas antivirus melawan SARS-CoV2," jelas tim peneliti dilansir dari Fox News.
Pada bulan Mei lalu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace telah mengonfirmasi bahwa British Armed Forces menggunakan pengusir serangga pada tingkat pencegahan. Pengusir serangga digunakan sebagai lapisan perlindungan potensial melawan virus corona.
Tim peneliti dari DSTL mengatakan bahwa temuan ini merupakan temuan pendahuluan mengenai efektivitas Citriodiol dalam melawan SARS-CoV-2. Tim peneliti berharap temuan ini dapat digunakan sebagai batu loncatan bagi organisasi lain untuk mengembangkan dan membangun penelitian lebih lanjut.
Hasil temuan ini tentunya disambut baik oleh produsen Citriodiol, Cetrifine. Bahkan mereka berencana untuk melakukan beberapa studi baru lanjutan terkait penggunaan Citriodiol dalam melawan SARS-CoV-2. "Kami memiliki beberapa studi baru, baik yang sudah memasuki laboratorium, atau baru direncanakan," jelas Managing Director Cetrifine Jacqueline Watson.
Sementara itu, Penggunaan Citriodiol telah disetujui oleh Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat sebagai bahan untuk mengusir nyamuk. Bahan ini juga direkomendasikan CDC sebagai pengusir nyamuk untuk membantu mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.
(wk/nidy)