Diduga kuat desakan ini muncul supaya Presiden Donald Trump kembali mendapatkan kepercayaan dari warga Amerika Serikat jelang pemilu 3 November mendatang.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 03 September 2020 - 13:54 WIB
WowKeren - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dikabarkan telah mendesak negara bagian AS untuk bersiap-siap mendistribusikan vaksin COVID-19 pada 1 November. Media lokal AS melaporkan desakan tersebut berasal dari Presiden Donald Trump sebagai tanda terbaru dari perlombaan menciptakan vaksin corona antar negara-negara besar di dunia.
"CDC segera meminta bantuan Anda dalam mempercepat aplikasi untuk fasilitas distribusi ini," demikian bunyi surat dari Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, dikutip dari CNN pada Kamis (3/9).
CDC mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirimkan surat itu ke pejabat kesehatan masyarakat kota dan negara bagian. Dokumen tersebut memprioritaskan populasi tertentu untuk vaksin, termasuk profesional perawatan kesehatan, pekerja esensial, penghuni dan staf fasilitas perawatan jangka panjang, dan populasi keamanan nasional.
Dalam dokumen yang tersebar, Redfield meminta negara bagian untuk mempercepat izin untuk perusahaan yang telah dikontrak pemerintah federal untuk membantu mendistribusikan vaksin virus corona apa pun yang akhirnya. Redfield juga meminta mereka untuk mengesampingkan persyaratan yang mungkin menghalangi pendistribusian vaksin paling lambat 1 November.
Tanggal tersebut merupakan dua hari sebelum Hari Pemilu AS. Diduga kuat desakan ini muncul supaya Trump kembali mendapatkan kepercayaan dari warga AS jelang pemilu 3 November mendatang.
Terlepas dari hal tersebut, Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak akan bergabung dan berpartisipasi dalam upaya internasional mengembangkan dan mendistribusikan vaksin COVID-19 yang digagas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Selain ketidakpercayaan Trump terhadap aliansi global dan WHO, AS juga diketahui sudah memiliki operasi sendiri untuk membuat vaksin. Hal ini memperkuat alasan AS tidak ikut dalam operasi vaksinasi WHO. AS diketahui tengah melakukan upaya mempercepat pengembangan obat, vaksin, dan langkah-langkah lain untuk memerangi pandemi.
Disebutkan bahwa Trump tidak mau mengambil risiko nantinya vaksin itu tidak sesuai standar FDA, organisasi obat dan makanan AS. Sejauh ini, setidaknya sudah ada dua vaksin COVID-19 sedang dalam uji coba tahap 3 di AS yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer/BioNTech, lalu dua lagi diharapkan untuk memulai uji coba tahap 3 pada pertengahan September.
Sebagai informasi tambahan, Trump mengakhiri hubungan AS dengan WHO karena kecewa terhadap kegagalan organisasi itu dalam mengatasi penyebaran virus corona. Sebelum putus hubungan, AS telah lebih dulu menghentikan donasi Negeri Paman Sam untuk WHO.
(wk/luth)