Pemerintah Malaysia telah melarang WNI untuk masuk ke negaranya imbas pandemi. Namun, Garuda tetap melayani penerbangan ke Kuala Lumpur hingga saat ini. Kok bisa?
- Ruth Meliana
- Jumat, 04 September 2020 - 09:50 WIB
WowKeren - Pemerintah Malaysia telah mengeluarkan larangan bagi sejumlah negara untuk masuk ke negaranya mulai 7 September mendatang. Indonesia menjadi salah satu negara yang dilarang masuk ke Malaysia untuk sementara imbas pandemi virus corona (COVID-19).
Meski demikian, Garuda Indonesia rupanya masih melayani penerbangan rutin dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia hingga saat ini. Country Manager Malaysia, PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk., HM. Fedrik Kasiepo menjelaskan rute penerbangan Jakarta - Kuala Lumpur masih terus dilayani selama tiga kali dalam satu minggu.
Adapun rute penerbangan tersebut dijadwalkan setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Fedrik menyebut Garuda akan tetap melayani masyarakat Indonesia yang masih berkeinginan terbang ke Malaysia.
“Sampai saat ini kami tetap terbang dengan tiga kali seminggu, Selasa, Kamis dan Minggu,” ujar Fedrik Kasiepo, seperti dilansir dari Kumparan pada Jumat (4/9). “Garuda tetap terbang karena Warga Negara Indonesia di Kuala Lumpur ke Jakarta masih berkeinginan terbang.”
Mengenai aturan larangan tersebut, Garuda menjelaskan ada sejumlah pengecualian yang diberikan. Rupanya, Garuda masih bisa membawa diplomat, warga negara Malaysia, dan penumpang transit dari Jakarta ke Kuala Lumpur.
Situasi tersebut terjadi lantaran tingginya jumlah penumpang dari Malaysia ke Indonesia. “Animo penumpangnya masih tinggi, tetapi kami masih tetap tunggu dan lihat juga kebijakan pusat,'” ungkap Fedrik.
Sementara itu, Menteri Senior urusan Keamanan Ismail Sabri Yaakob menjelaskan lebih lanjut mengenai larangan tersebut. Ia mengatakan pembatasan tersebut berlaku untuk permanent residents, pemegang kartu masuk Malaysia My Second Home (MM2H), ekspatriat, pemegang visa pasangan (spouse visa), dan pelajar/mahasiswa.
Walau begitu, Pemerintah Malaysia mengaku cukup mengkhawatirkan tentang masalah lain selain penyebaran virus corona dari warga negara asing. Ismail menjelaskan pemerintahannya lebih khawatir mengenai penyebaran COVID-19 warga Malaysia yang baru kembali dari luar negeri.
”Kami sedang memantau situasi dan mungkin mengeluarkan pembatasan yang sama di negara-negara tersebut,” terang Ismail. “Jika ada peningkatan kasus selama musim dingin.”
(wk/lian)