Adapun larangan masuk ini akan berlaku bagi penduduk tetap, ekspatriat, pelajar dan mereka yang memiliki visa pasangan dan peserta program Rumah Kedua Saya Malaysia.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 02 September 2020 - 09:32 WIB
WowKeren - Kemunculan serentetan klaster baru COVID-19 tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga negara tetangga, Malaysia. Malaysia bahkan mengumumkan akan melarang masuknya pemegang izin imigrasi jangka panjang dari tiga negara untuk menekan kasus positif COVID-19 impor dari luar negeri.
Adapun tiga negara yang dimaksud adalah Indonesia, India, dan Filipina. Hingga Selasa (1/9), Malaysia telah mencatat lebih dari 9.300 kasus dan 128 kematian, dengan kasus baru ditemukan dalam kelompok yang terdeteksi di setidaknya empat negara bagian.
Adapun larangan masuk ini akan berlaku bagi penduduk tetap, ekspatriat, pelajar dan mereka yang memiliki visa pasangan dan peserta program "Malaysia Rumah Keduaku". Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh menteri senior Ismail Sabri Yaakob. Keputusan ini, dikatakannya adalah atas saran Kementerian Kesehatan.
"Keputusan itu dibuat atas saran kementerian kesehatan," kata Ismail dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Rabu (2/9). "Untuk menekan penyebaran kasus COVID-19 yang diimpor."
Sementara itu, India merupakan negara ketiga yang paling terdampak pandemi ini. Posisi India berada di bawah Amerika Serikat dan Brasil dalam mencatat kasus corona terbanyak. India hingga Selasa, mencatat 3,7 juta kasus COVID-19.
India juga telah menjadi episenter baru penyebaran wabah corona usai Amerika Serikat dan Amerika Latin. Hal itu usai negara tersebut mencatat penambahan kasus baru sebanyak 78.761. Angka ini membuat India melampaui rekor kasus baru tertinggi di Amerika Serikat pada pertengahan Juli lalu, 77.299 kasus.
Indonesia menjadi negara tertinggi di kawasan Asia Tenggara dalam mencatat kematian akibat corona yakni sebanyak 7.505 orang. Sedangkan Filipina telah melaporkan lebih dari 224.000 kasus, telah mengalami peningkatan infeksi yang terus menerus.
Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terkendali bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Kendati demikian, Jokowi mengakui jika tingkat kematian pasien COVID-19 Indonesia tergolong tinggi.
(wk/zodi)