Tak Hanya Indonesia, Malaysia Juga Larang 9 Negara Dengan Kasus COVID-19 Terbanyak Berkunjung
Getty Images/NurPhoto
Dunia

Malaysia kembali menambah daftar negara yang dilarang untuk mengunjungi wilayahnya. Jika sebelumnya ada Indonesia, India, dan Filipina, kini terdapat 9 negara meliputi Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis dalam daftar tersebut.

WowKeren - Malaysia beberapa waktu lalu telah mengumumkan larangan masuk pemegang izin imigrasi jangka panjang dari tiga negara untuk menekan kasus positif COVID-19 impor dari luar negeri. Tiga negara yang dimaksudkan adalah Indonesia, India, dan Filipina.

Pada Kamis (3/9) kemarin, Malaysia kembali mengumumkan sejumlah negara yang dilarang untuk masuk ke wilayahnya. Setidaknya ada 9 negara termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis dalam daftar tersebut.

Larangan itu sekarang akan mencakup semua negara yang telah melaporkan lebih dari 150.000 kasus COVID-19. Negeri Jiran itu sendiri telah melaporkan 9.374 kasus COVID-19 dan 128 kematian pada Kamis (3/9).


Sebelumnya, turis dan pebisnis telah dilarang masuk ke negara tersebut sejak Maret. Hal ini dilakukan ketika memberlakukan pembatasan ketat pada pergerakan dan perdagangan untuk menahan penyebaran virus.

Langkah untuk lebih memperketat pembatasan masuk menyusul penemuan klaster baru yang dipicu oleh infeksi di antara warga Malaysia yang kembali dari luar negeri dan migran tanpa dokumen. Daftar yang diperluas juga mencakup Brazil, Prancis, Spanyol, Italia, Arab Saudi, Rusia, dan Bangladesh.

"Kami akan menambah lebih banyak (negara) yang dianggap berisiko tinggi," kata Ismail Sabri dilansir Bernama. Lebih lanjut, Ismail mengatakan bahwa larangan tersebut akan mencakup penduduk tetap, ekspatriat, dan pelajar. Kemudian, mereka yang memiliki visa pasangan dan peserta program "Malaysia Rumah Kedua Ku".

Sementara itu, Indonesia diketahui menjadi negara tertinggi di kawasan Asia Tenggara dalam mencatat kematian akibat corona yakni sebanyak 7.505 orang. Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut kasus positif COVID-19 di Indonesia masih terkendali bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Kendati demikian, Jokowi mengakui jika tingkat kematian pasien COVID-19 Indonesia tergolong tinggi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait