Tak Efektif Saring Droplet, Penumpang KRL Dilarang Pakai Masker Scuba
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ada berbagai macam jenis masker, hal ini perlu diperhatikan ketika menggunakan transportasi umum. Penumpang KRL Jabodetabek diminta tidak memakai masker scuba atau buff.

WowKeren - Kehadiran virus corona turut mengubah keseharian masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Jika sebelumnya masyarakat bisa beraktivitas dengan leluasa maka di era pandemi seperti sekarang ini ada sejumlah protokol kesehatan yang harus diterapkan demi mencegah penyebaran COVID-19.

Salah satunya adalah pemakaian masker. Masker ini pun ada berbagai macam jenisnya. Ini pun harus diperhatikan ketika menggunakan transportasi umum.

Penumpang KRL Jabodetabek diminta tidak memakai masker scuba atau buff saat naik KRL. Bukan tanpa alasan, masker scuba atapun masker buff dinilai kurang efektif.

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff," kata pihak KRL melalui akun Instagram mereka @Commuterline, Minggu (13/9). "Yang hanya 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri."


Lalu masker N95 efektif menangkap sampai 100 persen virus. Sementara masker bedah 80 persen sampai 95 persen. Sedangkan masker kain 3 lapis mampu menangkal sampai 70 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang KRL turut terimbas oleh pemberlakuan PSBB jilid II Jakarta yang dimulai pada Senin (14/9). Jumlah penumpang turun sebanyak 19 persen menjadi 92.546 orang. "Penurunan jumlah pengguna tercatat di hampir seluruh stasiun KRL," kata Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba dalam keterangan persnya.

Anne mengatakan ke depannya KRL akan melakukan evaluasi terkait jam operasional KRL. Saat ini, jam operasional KRL masih dimulai pukul 04.00-21.00 WIB dengan 975 perjalanan KRL per hari. "Namun masih akan dilakukan evaluasi kembali dengan mempertimbangkan pergerakan masyarakat yang menggunakan KRL di masa PSBB ini," kata dia.

KRL juga masih menggunakan aturan lama untuk menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan membatasi kapasitas 74 penumpang per gerbong untuk bisa menerapkan jaga jarak. Penumpang juga diwajibkan untuk menggunakan masker minimal 2 lapis.

"Untuk kesehatan bersama, sangat dianjurkan menggunakan masker yang efektivitasnya mencukupi dalam mengurangi droplet atau cairan," jelas Anne. "Gunakan setidaknya masker kain yang terdiri dari minimal dua lapisan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts