Trump dianggap masih memiliki kecenderungan meremehkan COVID-19. Hal itu dipertegas dengan pesan di mana Presiden AS tersebut meminta publik tidak takut dengan COVID-19.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 07 Oktober 2020 - 16:41 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10) lalu setelah menjalani perawatan di Walter Reed National Military Medical Center sejak Jumat (2/10) karena terinfeksi COVID-19. Terkait hal tersebut, Trump mendapatkan kritik keras dari sejumlah pihak, termasuk beberapa pakar.
Trump tiba di Gedung Putih dengan helikopter Marine One. Mengenakan masker bedah berwarna putih, dia berjalan ke arah South Portico Mansion, tempatnya melakukan isolasi diri. Namun saat sampai di beranda bangunan tersebut, Trump membuka maskernya dan berdiri ke arah awak media.
Tindakan itu pun menuai kritik dari publik AS. Trump dianggap masih memiliki kecenderungan meremehkan COVID-19. Hal itu memang dipertegas dengan pesan yang dirilisnya setelah meninggalkan National Military Medical Center, di mana ia meminta publik tidak takut dengan COVID-19. "Jangan biarkan itu (COVID-19) menguasai Anda. Jangan takut," kata Trump dalam pesan video tersebut.
Menanggapi pernyataan Trump tersebut, Profesor pengobatan pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center di Nashville, William Schaffner, mengaku sangat terkejut. "Saya terkejut ketika dia mengatakan COVID-19 tidak boleh ditakuti. Ini adalah penyakit yang menewaskan sekitar seribu orang setiap hari, melemahkan perekonomian, membuat orang kehilangan pekerjaan. Ini adalah virus yang harus dihormati sekaligus ditakuti," ucapnya.
Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular utama Pemerintah AS, mengatakan bahwa Trump terlihat baik ketika dia keluar dari rumah sakit. Namun ia mencatat bahwa pasien terkadang mengalami kemunduran lima hari setelah mereka sakit.
"Dia terlihat baik-baik saja. Kadang-kadang ketika Anda lima hari masuk, Anda akan mengalami pembalikan. Ini tidak mungkin itu akan terjadi, tetapi mereka perlu (waspada) untuk itu," kata Fauci.
Selama akhir pekan lalu, pertanyaan tentang keadaan kesehatan Trump yang sebenarnya terus beredar. Hal itu karena tim dokter yang menanganinya memberi penilaian yang kontradiktif atau tidak jelas tentang kondisinya. Trump bahkan masuk dalam golongan yang paling berisiko mengalami komplikasi saat terinfeksi COVID-19.
Belum jelas kapan Trump akan memulai kembali aktivitasnya. Wakil Presiden AS Mike Pence untuk sementara melanjutkan kegiatan atau aktivitas kampanyenya. AS diketahui bakal melaksanakan pemilihan presiden pada November mendatang.
Namun Juru Bicara Judd Deere mengatakan bahwa Gedung Putih akan mengambil setiap tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi tak hanya keluarga utama, tapi juga setiap anggota staf di sana, sesuai dengan pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Deere juga mengatakan jika akses fisik ke Presiden Trump akan sangat dibatasi. Orang-orang yang berada di dekatnya akan dibekali perlengkapan pelindung. Kendati demikian, para staf Gedung Putih saat ini tetap diliputi perasaan khawatir terpapar virus corona.
(wk/luth)