Turun ke Lapangan, Risma Marahi Pendemo Anarkis: Kenapa Kalian Rusak Kotaku?
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Risma pun mengungkapkan kekesalannya. Bagaimana tidak, fasilitas kota yang dibangun dengan susah payah harus rusak dalam semalam karena perilaku anarkis

WowKeren - Aksi penolakan Omnibus Law UU Ciptaker berlangsung tak hanya di Jakarta sebagai pusatnya, namun sejumlah daerah. Tak terkecuali Surabaya.

Demo pun berlangsung anarkis hingga berbuntut pada perusakan sejumlah fasilitas kota. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut turun ke lapangan untuk meninjau kondisi malam itu, Kamis (8/10).

Turun ke Lapangan, Risma Marahi Pendemo Anarkis

Twitter/BanggaSurabaya

Ia pun geram lantaran melihat sejumlah fasilitas umum yang dirusak. "Kamu dari mana?" kata Risma saat menghampiri salah satu massa aksi yang diduga melakukan perusakan, seperti dilansir Antara, Jumat (9/10).

Rupanya pendemo itu bukan merupakan warga Surabaya. Risma pun mengungkapkan kekesalannya. Bagaimana tidak, fasilitas kota yang dibangun dengan susah payah harus rusak dalam sekejap karena perilaku anarkis. "Kamu tahu, aku bangun ini untuk rakyatku juga, kenapa kamu rusak kotaku?" tegas Risma memarahi pendemo itu.


Saat dimarahi oleh Risma pemuda tersebut hanya tertunduk dan meminta maaf. "Saya mohon maaf, Bu," kata dia.

Sementara itu situasi di Jalan Gubernur Suryo sudah berangsur-angsur membaik. Risma beserta jajarannya turut membersihkan jalan dari sisa lemparan batu dan kaca pasca unjuk rasa. Saat meninjau lokasi ini, orang nomor satu di Surabaya tersebut didampingi oleh sejumlah Kepala Dinas didampingi Kepala Satpol PP dan Kepala BPD Linmas Kota Surabaya.

Di sana, perwakilan unjuk rasa mengatakan kepada Risma jika mereka tidak berniat melakukan kerusuhan. Mereka hanya ingin aspirasinya didengar oleh pemerintah. Risma mengaku telah menemuinya di Balai Kota.

Saat menemu massa yang masih bertahan di Jalan Gubernur Suryo, Risma meminta mereka untuk berhenti dan membubarkan diri. Sebab ia sudah menuruti kemauan mereka dan meminta pengertian. “Aku sudah nuruti kamu, Polisi juga manusia. Sudah berhenti. Sudah, selesai kamu,” kata Risma.

Sementara itu, massa perwakilan mau menghentikan aksi mereka jika aparat juga berhenti bertindak represif. "Iya selesai. Yang penting saudara-saudara saya gak dipukul bu," kata salah satu massa yang ditemui Risma.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts