Sedang Terjebak Quarter Life Crisis? Tetaplah Tenang dan Segera Atasi dengan 7 Cara Mudah Ini
Health

Seseorang di pertengahan dua puluhan rentan mengalami quarter life crisis. Mereka akan merasa cemas, kesepian hingga tertekan melihat keberhasilan orang lain. Sebelum berubah menjadi penyakit mental yang serius, sebaiknya atasi dengan 8 cara ini.

WowKeren - Pernahkah kalian mendengar tentang quarter life crisis? Istilah ini biasa digunakan untuk mereka yang merasa cemas menghadapi kehidupan orang dewasa. Fase ini biasanya muncul saat seseorang berada di pertengahan usia dua puluhan.

Saat menghadapi quarter life crisis, kita akan merasa ragu, cemas dan bingung dengan tujuan hidup. Kondisi ini biasanya akan membuat kita menyadari bahwa ada sesuatu dalam hidup yang harus diubah, namun kita tidak tahu harus memulainya dari mana. Jika sampai pada puncaknya, kita akan sering merasa bingung, kesepian dan tertekan melihat pencapaian orang lain.

Kendati demikian, quarter life crisis tidak akan berakhir hanya dengan diratapi. Sebab hal ini justru akan berpengaruh buruk pada kesehatan mental dan hanya akan mengantarkan kita pada kebingungan serta kecemasan yang lain. Cara yang terbaik adalah dengan menghadapi dan menjalani setiap prosesnya secara alami. Lantas bagaimanakah caranya? Simak beberapa tips dari WowKeren berikut ini.

(wk/eval)

1. Selalu Berpikiran Positif


Selalu Berpikiran Positif
kids.flashcard

Saat sedang menghadapi quarter life crisis, pikiran negatif akan terus bergelut di kepala. Apalagi jika kita melihat pencapaian orang lain, rasa insecure yang menghampiri akan membuat kita semakin pesimis. Agar energi negatif tidak semakin tersebar dalam diri kita, penting untuk selalu berpikiran positif terhadap diri sendiri. Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk bertahan di situasi sulit dan selalu bersemangat menjalani hidup.

Selain itu, kalian juga tidak perlu menghadapi quarter life crisis dengan rasa takut dan bingung yang berlebihan karena bisa membuat kita semakin terjebak. Alih-alih bersikap dan berpikir negatif, tak ada salahnya untuk bersabar menghadapi setiap cobaan dan membiarkan segala sesuatunya mengalir apa adanya.

2. Fokus Menggali dan Mengembangkan Potensi Diri


Fokus Menggali dan Mengembangkan Potensi Diri
pexels.com/Snapwire

Setiap manusia pasti memiliki kelebihannya masing-masing, termasuk kamu yang sedang membaca artikel ini. Untuk itu, sebaiknya gali dan kembangkan potensi diri semaksimal mungkin agar kamu bisa segera keluar dari fase quarter life crisis. Tak perlu cemas akan tertinggal dari orang lain, tapi fokuslah pada dirimu sendiri. Sebisa mungkin minimalisir kebiasaan buruk dan motivasi diri untuk melakukan berbagai hal baik.

Bila perlu, buat daftar rencana hidup yang ingin kamu capai. Buat rencana jangka pendek maupun panjang kemudian fokuslah untuk mewujudkannya. Dengan begitu, hidupmu akan lebih terarah dan fase quarter life crisis akan terlewati dengan mudah.

3. Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dan Orang Lain


Berhenti Membandingkan Diri Sendiri dan Orang Lain
pexels.com/Bich Tran

Saat menghabiskan waktu senggang, tak jarang kita akan berselancar di media sosial. Dari sana kita bisa melihat postingan teman yang menunjukkan kehidupannya saat ini. Ada yang pergi berlibur di tempat mewah, bersantai saat bekerja hingga bahagia dengan keluarga kecilnya.

Setelah melihat itu, kita biasanya akan mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Akan muncul perasaan, "Mengapa aku tak bisa seperti mereka?" dan "Mengapa hidupku hanya begini-begini saja?". Pada akhirnya, hal itu akan membuat kita semakin rendah diri, resah dan tertekan.

Namun perlu diketahui bahwa semua yang kamu lihat di media sosial belum tentu benar. Bisa saja teman-temanmu juga sedang mengalami quarter life crisis, namun mereka mampu menyembunyikannya. Karena itulah sebaiknya jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain jika tak ingin sengsara.

4. Ketahui Apa yang Menjadi Prioritas


Ketahui Apa yang Menjadi Prioritas
pexels.com/startup-stock-photos

Cara selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengetahui apa yang menjadi prioritas. Pastikan untuk mendahulukan hal terpenting dalam hidup dan jadikan itu sebagai prioritas. Dengan begitu, apa yang kamu inginkan dan butuhkan akan menjadi nyata.

Selain itu, kamu juga harus mampu memahami berbagai tahapan dalam hidup agar dapat membuat pilihan terbaik. Bila perlu, kamu bisa berdiskusi dengan orang-orang terdekat seperti orangtua, pasangan maupun sahabat karib saat menentukan pilihan hidup.

5. Berhenti Selalu Mengikuti Standar Sosial


Berhenti Selalu Mengikuti Standar Sosial
pexels.com/rethaferguson

Jika kamu selalu menuruti standar sosial, akan sulit untuk keluar dari quarter life crisis. Lama-kelamaan, rasa percaya dirimu akan menurun, apalagi jika kamu belum mampu mewujudkan standar sosial yang ada. Misalnya, standar usia untuk menikah, jumlah pendapatan, apa yang harus dimiliki dalam usia saat ini dan masih banyak lagi.

Mulailah berhenti berpikiran seperti, "Seharusnya aku seperti ini" atau "Aku harus melakukan ini agar terlihat baik di mata mereka". Pemikiran-pemikiran seperti itu hanya akan membuatmu tidak merasa puas dengan diri sendiri dan selalu memimpikan kehidupan seperti orang lain. Kamu pasti tak mau hal itu sampai terjadi kan?

6. Membaca Buku tentang Self Help


Membaca Buku tentang Self Help
pexels.com/Thought Catalog

Untuk menghadapi quarter life crisis, kalian juga bisa membaca banyak buku yang bertemakan self help. Dalam buku-buku tersebut, kita akan menemukan berbagai sudut pandang terhadap suatu permasalahan yang terjadi di kehidupan manusia. Dengan membacanya, kamu diharapkan dapat menemukan solusi terbaik yang bisa membantumu keluar dari krisis.

7. Mencari Lingkungan dan Suasana Baru


Mencari Lingkungan dan Suasana Baru
pexels.com/Ketut Subiyanto

Saat menghadapi quarter life crisis, kita sering merasa terjebak dan tidak bisa berkembang. Selalu berada di tempat yang sama dengan orang-orang yang sama dan dalam waktu yang lama, dapat membuat kita tidak bergerak maju. Pasalnya lingkungan dan orang-orang sekitar memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pola pikir kita sehari-hari. Apalagi jika kamu berada di tengah lingkungan dan orang-orang yang toxic, keinginan untuk maju bisa lebih sulit tercapai.

Kendati demikian, bukan berarti kamu harus pindah saat ini juga. Lebih baik mulai secara perlahan, dengan mengubah suasana yang ada di sekitar. Misalnya ganti letak meja kerja, mengambil cuti untuk berlibur ke tempat baru dan jika memungkinkan cobalah untuk meminta pindah divisi pekerjaan.

Demikian tujuh tips mengatasi quarter life crisis yang telah tim WowKeren rangkum untuk kalian. Simak juga artikel ini untuk mengetahui tips mengatasi job burnout sindrom yang marak terjadi di tengah pandemi virus Corona. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui makanan yang dapat menghilangkan stres tanpa takut gemuk.

You can share this post!

Related Posts