Awasi Hutan, TN Bali Barat Pakai Teknologi AI Deteksi Suara Satwa
pixnio.com
SerbaSerbi

Kepala TNBB Agus Ngurah berharap program ini dapat membantu upaya pengawasan hutan lebih baik lagi. Terlebih lagi di TN Bali Barat terdapat satwa endemik langka yang dilindungi.

WowKeren - Taman Nasional Bali Barat (TNBB) tengah dijajaki untuk dijadikan sebagai pilot project dalam program Smart Forest Guardian. Program ini merupakan kerja sama antara perusahaan Hauwei dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Smart Forest Guardian sendiri merupakan program pengawasan hutan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Objek pertama yang dijajaki adalah TNBB," kata Kepala TNBB Agus Ngurah Kresna Kepakisan di Singaraja, Kabupaten Buleleng, seperti dilansir dari Antara, Senin (26/10). "Dalam rangka kerja sama itulah TNBB dijajaki untuk mengetahui lokasi dan kondisi di TNBB."

Ia menuturkan jika TNBB sudah dikunjungi oleh tim lintas kementerian. Tak hanya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Badan Syber dan Sandi Negara (BSSN), namun juga Badan Intelijen Negara (BIN), KLHK. Lalu dari pihak swasta ada Hauwei yang merupakan rekan kerja sama.


Agus berharap program ini dapat membantu upaya pengawasan hutan lebih baik lagi. Terlebih lagi di TN Bali Barat terdapat satwa endemik langka yang dilindungi. "Apalagi TNBB memiliki dengan satwa endemik Jalak Bali yang juga merupakan satwa dilindungi karena tergolong langka," kata Agus.

Adapun teknologi AI ini nantinya akan bekerja dengan mendeteksi suara di kawasan hutan. Tak hanya mampu membedakan suara satwa, burung dan lainnya teknologi ini juga mampu mendeteksi suara gergaji kayu atau suara lain yang mencurigakan. Sehingga program SFG bisa diharapkan bisa membantu mencegah praktik illegal loging.

"Jadi, selain untuk mengawasi hutan dari tindak kriminal illegal loging," kata Agus. "Juga sekaligus sebagai alat untuk memonitor keberadaan satwa di kawasan hutan."

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno menjelaskan jika KLHK juga telah mengadopsi teknologi AI untuk pengawasan hutan. "Saat ini sudah pakai Camera Trap dan GPS Collar, untuk memantau Gajah Sumatra," kata dia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts