NASA Bagikan Kabar Baik, Temukan Air Di Bulan Untuk Pertama Kali
SerbaSerbi

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan kabar baik seputar penemuan terbaru mereka, berhasil temukan air di Bulan untuk pertama kalinya. Ini manfaatnya.

WowKeren - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membagikan kabar baik seputar penelitian mereka di Bulan. Para ilmuwan NASA berhasil menemukan air di permukaan Bulan.

Molekul air (H2O) di permukaan Bulan itu berhasil ditemukan dan terlihat wujudnya saat mendapatkan penerangan dari Matahari. Penemuan air di Bulan ini dilaporkan baru pertama kali ini terjadi.

Ilmuwan mengandalkan observatorium udara terbesar di dunia, yakni Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) untuk memastikan temuan air itu. Berkat temuan ini, terbukti jika air dapat didistribusikan ke seluruh permukaan bulan,. Bahkan, pendistribusian air dianggap tidak terbatas pada tempat-tempat yang dingin.

Dilansir dari situs NASA, pendeteksian molekul air ditemukan SOFIA di salah satu kawah terbesar Bulan, Kawah Clavisus. Kawah tersebut selama ini memang dapat dilihat jarak pandangnya dengan jelas dari Bumi menggunakan SOFIA.

Penelitian NASA ini merupakan kelanjutan dari pengamatan sebelumnya yang berhasil mendeteksi beberapa bentuk hidrogen di Bulan dan hidroksil (OH). Ilmuwan menjelaskan temuan terbaru ini mengungkap fakta jika air ditemukan dalam konsentrasi 100 hingga 412 bagian per juta, atau setara dengan sebotol air 12 ons. Air itu terperangkap dalam satu meter kubik tanah yang tersebar di permukaan bulan.


"Kami memiliki temuan dan indikasi bahwa H2O atau air yang kita kenal,” kata Direktur Divisi Astrofisika Direktorat Misi Sains di Markas NASA, Washington Paul Hertz seperti dilansir dari situs resmi NASA, Selasa (28/10). “Mungkin ada di sisi Bulan yang diterangi matahari.”

”Penemuan ini menantang pemahaman kita tentang permukaan bulan,” sambungnya. “Dan menimbulkan pertanyaan menarik tentang sumber daya yang relevan untuk eksplorasi ruang angkasa yang lebih mendalam.”

Lebih lanjut Hertz menyatakan kekagumannya akan temuan ini. Pertanyaan baru juga timbul terkait bagaimana air tercipta dan mampu bertahan di permukaan Bulan yang sangat keras dan tidak memiliki udara.

NASA menyatakan jika molekul air di Bulan mudah diakses dan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai air minum. Bahkan, molekul air di Bulan dapat digunakan sebagai suplai bahan bakar dan sejumlah manfaat lainnya.

“Sebelum observasi SOFIA, kami tahu ada semacam hidrasi,” terang Hertz. “Tapi kami tidak tahu berapa banyak molekul air seperti yang kami minum setiap hari atau sesuatu yang lebih seperti pembersih saluran.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts