Sang Capres petahana secara prematur dan sepihak mengklaim kemenangan atas Pilpres AS 2020 ketika suara masih terus dihimpun dan dihitung. Pemimpin Eropa pun bereaksi atas sikap ini.
- Elvariza Opita
- Kamis, 05 November 2020 - 11:17 WIB
WowKeren - Klaim kemenangan sepihak oleh Donald Trump di Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 masih menjadi bahasan panas. Apalagi ditambah dengan Trump yang sontak menuding ada kecurangan di Pilpres serta kubunya menuntut dilakukan penghentian penghitungan suara.
Klaim ini tak pelak menimbulkan beragam reaksi, meski kebanyakan merespons negatif Trump yang dianggap "melecehkan" demokrasi AS. Bahkan pengamat setempat menyebut langkah Trump ini merupakan titik awal "skenario kiamat" yang ditakuti warga AS.
Pemimpin negara-negara lain juga ikut memberikan respons atas sikap Trump ini. Termasuk para pemimpin Eropa, seperti dalam rangkuman berikut ini.
"Sahabat" Trump, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson misalnya, memilih untuk tetap diam menanggapi klaim dini sang taipan properti. Johnson menegaskan bahwa pihaknya selalu menunggu dan tak mengintervensi proses demokrasi di negara-negara sahabat.
"Pemerintah Inggris tidak akan mengomentari proses demokrasi di negara-negara sahabat," tegas Johnson, dikutip dari The Guardian, Kamis (5/11). Belakangan sikap diam Johnson ini dikaitkan dengan keinginan pemerintah Inggris untuk memenangkan rival Trump, Joe Biden, yang dianggap lebih bisa diprediksi arah kebijakannya.
Menteri Luar Negeri Spanyol, Aráncha González Laya, meminta pemimpin AS untuk lebih sabat sampai semua suara selesai dihitung. Sementara Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, memiliki pandangan "mengerikan" soal situasi ini.
"Situasi ini sangat membahayakan. Situasi yang bisa membawa AS kepada krisis konstitusional, seperti yang disampaikan para pakar. Dan tentu saja kita harus benar-benar waspada soal itu," ungkap Kramp-Karrenbauer.
Jerman sendiri memang lebih cenderung mendukung kemenangan Biden yang seorang multilateral dan pro-Eropa. Namun belum lama ini para politikus Jerman merasa tidak siap dengan siapapun sosok yang akhirnya berhasil naik ke Gedung Putih. "Kami tidak siap untuk itu," tegas mereka.
Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menegaskan pihaknya tidak akan ikut campur atau mengomentari proses di AS. "Biarkan warga Amerika berbicara. Dan selama menunggu hasilnya itu, Uni Eropa akan tetap siap membangun hubungan baik sesuai dengan nilai dan sejarah yang dibagi bersama," tutur Borrell.
(wk/elva)