Nyaris Salah Bicara, Trump Akhirnya 'Akui' Kemenangan Biden di Pilpres AS?
Dunia

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tak akan menempuh lockdown untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Namun tampaknya ia membuka opsi pemerintahan baru akan memberi kebijakan berbeda.

WowKeren - Amerika Serikat memilih sosok Joe Biden dari Partai Demokrat untuk memimpin Amerika Serikat selama 4 tahun ke depan. Namun kemenangan Biden di Pemilihan Presiden yang puncaknya digelar awal November 2020 kemarin itu tak kunjung diakui oleh Presiden AS saat ini, Donald Trump.

Namun tampaknya sikap denial Trump ini hampir mencapai titik akhir. Sebab dalam pernyataan terbarunya, Trump hampir saja mengakui kemenangan Biden.

Hal ini disampaikan ketika Trump menegaskan bahwa vaksin COVID-19 akan beredar di kalangan masyarakat AS pada April 2021. Bukan spesifik pada topik vaksin, kala itu Trump sedang membahas nihilnya peluang pemerintahannya untuk melakukan lockdown.

Dan tampaknya tanpa sengaja Trump hampir menyebut ada potensi diadakannya lockdown di pemerintahan masa depan. Melihat kebijakan yang ditempuh berbeda, banyak yang menduga Trump hampir menyebut pemerintahan Biden, menunjukkan sang presiden mulai mengakui kemenangan rivalnya.


"Idealnya kami tidak akan melakukan lockdown," tegas Trump di Rose Garden Gedung Putih, dilansir dari The Guardian, Sabtu (14/11). "Saya, (maksudnya) pemerintahan saya tidak akan me-lockdown."

"Semoga pemerintahan... siapapun yang jadi di masa depan, siapa yang tahu pemerintahan siapa yang jadi, waktu yang akan menjawab," imbuh Trump. "Tetapi yang pasti pemerintahan saat ini tidak akan melakukan lockdown."

Nyaris terceplosnya pengakuan atas kemenangan Biden oleh Trump ini memang sangat mengejutkan. Sebab selama ini Trump cenderung selalu menolak gagasan kemenangan Biden, meski media AS kembali memperbarui proyeksi hasil Pemilu dengan 306 electoral votes untuk Biden.

Bahkan Trump yang berasal dari Partai Republik itu dengan tegas menyuarakan keyakinan bahwa Pemilu AS 2020 berlangsung curang. Yang terbaru, Trump bahkan menuding 2,7 juta suara telah dihilangkan begitu saja, serta ratusan ribu suara untuknya dialihkan ke Biden, tudingan yang langsung dibantah oleh pejabat federal.

Di sisi lain, kubu Biden tak terlalu memusingkan sikap "keras kepala" Trump. Bahkan kini Biden sudah membentuk tim transisi dan mulai merumuskan langkah-langkah strategis pemerintahannya, dengan Biden fokus pada penyelesaian wabah COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait