Usai Gelar Festival Diwali, India Diselimuti Kabut Asap Beracun
Dunia

Ibu Kota New Delhi diselimuti kabut asap tebal, dengan tingkat polusi rata-rata lebih dari 9 kali lipat dari yang dianggap aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (15/11).

WowKeren - India Utara ditutupi oleh kabut asap beracun pada Minggu pagi setelah digelarnya festival cahaya atau Diwali. Ratusan juta orang pun terpaksa menghirup udara beracun tersebut setelah sebelumnya bersuka ria menentang larangan menggunakan petasan untuk merayakan festival Diwali.

Dikutip dari CNN, Senin (16/11), Ibu Kota New Delhi diselimuti kabut asap tebal, dengan tingkat polusi rata-rata lebih dari 9 kali lipat dari yang dianggap aman oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kepala Menteri Delhi, Arvind Kejriwal telah melarang penggunaan dan penjualan petasan sebelum Diwali, tetapi kebijakan tersebut sulit diterapkan.

Orang-orang bersuka ria di Ibu Kota melepaskan sejumlah kembang api hingga Minggu pagi. Kejadian itu memicu kemarahan warga dan pecinta lingkungan serta mengeluh di media sosial tentang kesulitan bernafas dan mata pedih.

"Dewa kami pasti sangat bahagia hari ini, sehingga pengikut mereka menyalakan petasan dan mencekik anak-anak muda hingga putus asa dan mati," kata pendiri kelompok lingkungan nirlaba Swechha, Vimlendu Jha.


Beberapa memberikan pembelaan dan menganggap petasan sebagai bagian penting dari tradisi agama yang dirayakan oleh jutaan orang di seluruh negeri. "Apakah anda menyadari bagaimana seluruh India, semua tempat berdiri menentang larangan cracker? Ini seperti salah saru bentuk seruan perjuangan kemerdekaan Hindu," kata pemimpin Partai Bharatiya, Tarun Vijai.

Sebelumnya diketahui jika polusi udara di New Delhi biasa memburuk pada bulan Oktober dan November karena para petani membakar limbah pertanian. Polusi juga disebabkan oleh pembangkit listrik tenaga batubara, lalu lintas dan hari-hari tanpa angin.

Adapun kota-kota dengan kualitas udara terburuk di dunia meliputi kota di negara bagian Punjab, Uttar Pradesh, Haryana, Bihar dan New Delhi. Rata-rata indeks kualitas udara yang dipicu di berbagai tempat di kota-kota besar di negara bagian ini lebih tinggi dari tahun lalu. Hal itu diungkapkan oleh data badan Pengendalian Polusi Pusat India.

Sementara itu, jumlah kasus virus Corona lebih dari 400.000 kasus di kota berpenduduk 20 juta orang juga meningkatkan kewaspadaan atas kabut asap. Dokter telah memperingatkan bahwa terjadi peningkatan penyakit pernapasan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts