Bikin Sulit Hamil, Ini 7 Gejala PCOS yang Harus Diwaspadai Sejak Dini
pexels.com/Andrea Piacquadio
Health

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan sudatu kondisi yang membuat wanita memproduksi hormon laki-laki (hormon androgen) dalam jumlah lebih banyak dari ukuran normal. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa wanita kesulitan untuk hamil.

WowKeren - Salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh wanita adalah sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kelainan yang dialami oleh 1 dari 10 wanita di usia produktif ini membuat mereka memproduksi hormon laki-laki (hormon androgen) dalam jumlah lebih banyak dari ukuran normal.

Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat menyebabkan para wanita mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Jika kondisi ini terus dibiarkan, wanita yang mengalami PCOS berisiko untuk sulit hamil. Sebaliknya jika pengobatan dilakukan lebih dini, mereka dapat menurunkan risiko tersebut sekaligus mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang akibat PCOS, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Oleh karena itulah penting untuk mengenali berbagai gejala PCOS agar dapat dilakukan pengobatan lebih dini. Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren telah merangkum beberapa tanda PCOS yang kerap diabaikan karena terkesan sepele. Penasaran apa saja itu? Langsung saja yuk simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini.

(wk/eval)

1. Menstruasi Tidak Teratur


Menstruasi Tidak Teratur
pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Umumnya wanita mengalami menstruasi setiap 28 hari sekali dengan waktu 3-5 hari per siklusnya. Namun dalam kasus PCOS, wanita sering mengalami menstruasi yang jarang, tidak teratur atau bahkan berkepanjangan. Misalnya wanita hanya mengalami delapan kali menstruasi dalam setahun, jarak antara haid bisa mencapai 35 hari hingga volume darah yang keluar jauh lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini sendiri disebabkan karena tingginya hormon androgen saat mengalami PCOS dapat memperlambat ovarium dan mencegah ovulasi. Akibatnya, menstruasi akan datang terlambat bahkan tidak sama sekali selama beberapa bulan. Bahkan mereka bisa mengalami pendarahan hebat saat menstruasi karena lapisan rahim telah menumpuk dalam periode yang cukup lama.

2. Tumbuh Rambut di Area Tertentu


Tumbuh Rambut di Area Tertentu
pexels.com/Bennie Lukas

Kelebihan hormon laki-laki saat mengalami PCOS dapat menyebabkan hirsutisme. Kondisi ini menyebabkan wanita mengalami pertumbuhan rambut di area yang biasa dimiliki para pria, seperti di wajah, dada, perut, punggung, ibu jari maupun jari kaki. Bahkan menurut sebuah penelitian, hampir 90 persen wanita yang mengalami hirsutisme juga didiagnosa dengan PCOS.

3. Rambut Rontok


Rambut Rontok
pexels.com/Moose Photos

Jika sebelumnya berkaitan dengan kelebihan rambut di area tertentu, gejala berikutnya justru berhubungan dengan rambut rontok. Ketidakseimbangan hormon akibat PCOS dapat memicu penipisan rambut, terutama saat usia penderita memasuki paruh baya.

Pada awalnya rambut yang rontok hanya sedikit, namun lama kelamaan menjadi semakin banyak, rapuh dan bercabang. Penipisan rambut tersebut dapat terjadi di bagian depan, belakang dan menyebar ke seluruh kepala. Selain itu, waspadai juga kemunculan ketombe yang terjadi karena peningkatan produksi minyak akibat kelebihan kadar androgen.

4. Kulit Berminyak dan Berjerawat


Kulit Berminyak dan Berjerawat
pexels.com/Andrea Piacquadio

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, peningkatan kadar androgen saat mengalami PCOS dapat meningkatkan produksi minyak. Akibatnya, pengidap PCOS akan mengalami berbagai masalah kulit seperti kulit berminyak dan berjerawat. Bahkan jerawat tersebut tak hanya berada di area wajah, namun juga bisa muncul di punggung dan dada.

Selain itu, pengidap PCOS juga dapat mengalami akantosis nigrikans. Kondisi ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin yang juga dapat menimbulkan diabetes militus tipe 2. Gejalanya dapat dilihat dari perubahan warna kulit yang menjadi lebih gelap dan terasa seperti beludru. Kelainan ini biasanya muncul di belakang leher, bawah lengan, lipatan paha, bawah payudara, ketiak hingga selangkangan.

5. Mengalami Peningkatan Berat Badan


Mengalami Peningkatan Berat Badan
pexels.com/Ketut Subiyanto

Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan, salah satunya adalah karena PCOS. Kondisi ini bisa terjadi akibat produksi hormon androgen yang terlalu banyak serta pengaruh dari resistensi insulin dan leptin di dalam tubuh penderita. Bahkan menurut laman WebMD, kondisi ini dapat menyerang setengah dari wanita yang mengalami PCOS.

Selain itu, wanita dengan PCOS juga memiliki gejala sindrom metabolik seperti kegemukan sentral yang ditandai dengan lingkar perut melebihi 88 cm, dislipidemia serta peningkatan tekanan darah. Jika terus dibiarkan, kondisi ini membuat mereka lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

6. Sulit Tidur dan Sering Merasa Lelah


Sulit Tidur dan Sering Merasa Lelah
pexels.com/Andrea Piacquadio

Wanita dengan PCOS biasanya akan mengalami kesulitan tidur, sering merasa lelah dan kurang istirahat. Gejala ini biasanya dibarengi dengan sleep apnea, suatu kondisi yang berpotensi membuat pernafasan terhenti saat tidur. Dalam kondisi yang serius, sleep apnea bahkan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Pennsylvania State University, pengidap PCOS 30 kali lebih berisiko menderita kesulitan bernafas saat tidur. Adapun tanda-tanda sleep apnea yang patut diwaspadai adalah mendengkur terlalu keras dan kelelahan meski sudah tidur semalaman.

7. Mengalami Gangguan Kecemasan atau Depresi


Mengalami Gangguan Kecemasan atau Depresi
pexels.com/Andrea Piacquadio

Sebuah meta analisis yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menjelaskan bahwa wanita dengan PCOS secara konsisten mengalami tingkat tekanan emosi yang lebih tinggi. Kondisi ini dikaitkan dengan perubahan kadar kortisol yang merupakan hormon PCOS yang cukup umum. Akibatnya, mereka akan mengalami berbagai masalah psikologis seperti depresi, gangguan panik dan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif hingga depresi bipolar.

Demikian tujuh gejala PCOS yang patut diwaspadai wanita yang telah tim WowKeren rangkum. Simak juga artikel ini untuk mengetahui 10 kebiasaan sepele saat sedang menstruasi yang dapat membahayakan kesehatan. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui berbagai gejala awal kanker serviks yang patut diketahui.

You can share this post!

Related Posts