Arab Saudi Masih 'Gantung' Soal Haji 2021, Kemenag Tetap Siapkan 3 Opsi
Nasional

Kementerian Agama tetap menyiapkan 3 opsi untuk pelaksanaan Ibadah Haji 2021 meski belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi terkait dengan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

WowKeren - Pemerintah Indonesia biasanya mendapatkan kepastian perihal pengadaan ibadah Haji pada akhir tahun sekitar bulan November atau Desember. Namun rupanya terkait pelaksanaan ibadah Haji pada 2021 mendatang masih belum ada kepastian dari Arab Saudi.

"Jawaban dari otoritas Kementerian Haji (Arab Saudi), semuanya (penyelenggaran haji) terlalu dini," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Oman Fathurrahman, Senin (23/11). "Gitu katanya sambil geleng-geleng kepala."

Padahal seharusnya kebijakan itu sudah diterima pemerintah Indonesia maksimal November dan Desember 2020. Dengan demikian setelahnya pemerintah Arab Saudi dan Indonesia bisa segera membuat nota kesepahaman.

Karena itulah Kemenag terus mendorong berbagai upaya mitigasi agar perencanaan semakin terarah. "Kemenag atas arahan Bapak Menteri memerlukan upaya mitigasi supaya semuanya bisa terencana," terang Oman, dilansir dari MedCom.

Kendati demikian, Kemenag rupanya sudah mempersiapkan beberapa opsi untuk persiapan ibadah Haji pada 2021 mendatang. Ketiga opsi yang disiapkan mempertimbangkan berbagai alternatif situasi yang berkaitan dengan perkembangan pengendalian wabah virus Corona.


Opsi pertama adalah pemberangkatan seluruh jemaah ibadah Haji 2021 dengan alternatif situasi pandemi COVID-19 sudah berakhir. Jumlah kuota yang disiapkan mencapai 221 ribu jemaah.

Sedangkan opsi kedua adalah jemaah diberangkatkan dengan jumlah terbatas, sebagaimana penyelenggaraan ibadah Umrah saat ini. Terkait dengan kuota peserta yang disiapkan akan disesuaikan dengan kriteria dan persyaratan dari otoritas Tanah Suci.

"(Opsi) ketiga, jemaah batal diberangkatkan," kata Menag Fachrul Razi, menyampaikan keputusan pahit dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (18/11) pekan lalu. "Jika pemerintah Arab Saudi tidak memberikan kuota kepada pemerintah."

Fachrul mengatakan konsep pemberangkatan Haji mengadopsi ketentuan penyelenggaraan ibadah Haji di tengah pandemi. Konsep pemberangkatan sama dengan ibadah Umrah yang sudah berjalan beberapa waktu belakangan, yakni dengan protokol kesehatan yang ketat.

Diketahui ibadah Haji 2020 ini dibatalkan karena pandemi COVID-19 yang belum teratasi. Namun akhirnya Arab Saudi menggelar ibadah Haji secara terbatas yang hanya boleh diikuti warga setempat dan ekspatriat di Tanah Suci dengan berbagai ketentuan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts