Hati-Hati Sebelum Merugi, Lakukan 7 Tips Ini Agar Anda Terhindar dari Investasi Bodong
pexels.com/Andrea Piacquadio
SerbaSerbi

Menjadi korban investasi bodong tentu sangat merugikan sekaligus mengesalkan. Karena itu, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut ini agar Anda bisa menghindarinya.

WowKeren - Dewasa ini, investasi menjadi salah satu kegiatan yang cukup diminati. Pasalnya, investasi menjanjikan keuntungan hingga beberapa kali lipat dari dana awal yang kita tanam. Hal ini tentu menjadi pilihan yang menggiurkan daripada hanya sekedar menyimpan uang sebagai tabungan.

Namun, Anda perlu berhati-hati saat melakukan investasi karena pada saat ini ada banyak sekali tawaran investasi bodong. Alih-alih mendapatkan keuntungan, dana yang telah Anda investasikan bisa-bisa dibawa kabur oleh perusahaan terkait. Anda pasti tak mau hal ini sampai terjadi kan?

Berkaitan dengan hal ini, tim WowKeren akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari investasi bodong. Penasaran bagaimana saja caranya? Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut ini.

(wk/eval)

1. Meminta Saran Pada yang Lebih Berpengalaman


Meminta Saran Pada yang Lebih Berpengalaman
pexels.com/Thirdman

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang investasi. Pastikan untuk memahami betul bagaimana cara kerjanya dan langkah apa saja yang harus Anda lakukan jika hendak berinvestasi.

Baca buku maupun sumber yang berkaitan serta mintalah saran dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Anda bisa bertanya pada sahabat, kerabat dekat maupun pakar keuangan yang paham benar dengan kegiatan ini. Nantinya mereka akan memandu Anda untuk menemukan perusahaan yang tepat agar terhindar dari penipuan investasi.

2. Waspada dengan Tawaran Menarik


Waspada dengan Tawaran Menarik
pexels.com/Pixabay

Untuk menarik investor, perusahaan biasanya akan menjanjikan berbagai keuntungan menarik. Namun Anda harus bersikap waspada jika menemui perusahaan yang memberikan penawaran luar biasa menarik dengan embel-embel keuntungan besar.

Agar terhindar dari penipuan, sebaiknya lakukan perhitungan Matematika sederhana untuk melihat apakah keuntungan yang dijanjikan tergolong masuk akal atau tidak. Terlebih jika Anda dijanjikan keuntungan sangat besar hanya dalam waktu singkat. Kendalikan diri Anda dan jangan mudah tergiur sebelum mengetahui legalitas perusahaan tersebut.

3. Periksa Izin Lembaga atau Perusahaan Investasi


Periksa Izin Lembaga atau Perusahaan Investasi
pexels.com/Lukas

Setiap lembaga terpercaya, terutama yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi, diharuskan untuk mengantongi izin dari instansi terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti). Karena itulah sebelum berinvestasi, sebaiknya cek status legalitas perusahaan tujuan di website resmi OJK, melalui call center di 1500655 atau email ke [email protected]

Jika menemukan lembaga atau perusahaan yang hanya memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) namun memberi tawaran berinvestasi, Anda wajib untuk waspada. Sebab SIUP bukanlah izin untuk melakukan penghimpunan serta pengelolaan dana investasi.

4. Hindari Sistem Perekrutan


Hindari Sistem Perekrutan
pexels.com/Ketut Subiyanto

Perlu diketahui bahwa investasi bodong bertujuan untuk mengumpulkan dana sebesar-besarnya dari banyak investor. Karena itulah berbagai perusahaan penipu memberlakukan sistem perekrutan kepada investornya. Cara kerjanya adalah perusahaan menawarkan imbalan menarik bagi investor yang bisa mengajak investor baru untuk bergabung.

Jika Anda menemukan perusahaan semacam ini, sebaiknya hindari saja. Selain berisiko besar, Anda juga akan terbebani jika perusahaan tersebut tidak memberikan keuntungan pada orang yang Anda ajak berinvestasi.

5. Ketahui Bentuk dan Cara Pemasaran Produk Investasi


Ketahui Bentuk dan Cara Pemasaran Produk Investasi
pexels.com/Andrea Piacquadio

Tips selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah bentuk dan cara pemasaran produk investasi. Perusahaan terpercaya biasanya menjelaskan mekanisme, cara pemasaran, pembagian keuntungan hingga sistem pengembangan modal perusahaan. Jangan sampai Anda tidak tahu apa-apa tentang perputaran dana yang yang telah diinvestasikan.

Waspadalah jika Anda menemui perusahaan yang tidak memiliki aturan jelas untuk para investornya. Pasalnya, perusahaan yang menjalankan investasi bodong biasanya tidak memiliki standar baku dalam menjalankan produknya. Bahkan, beberapa di antaranya tidak memiliki produk atau mekanisme penjualan yang resmi.

6. Sesuaikan dengan Rencana Keuangan


Sesuaikan dengan Rencana Keuangan
pexels.com/Pixabay

Tips berikutnya yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah memilih produk atau perusahaan yang sesuai dengan rencana keuangan Anda. Jika berinvestasi dengan ceroboh, manajemen keuangan Anda bisa berantakan dan kegagalan akan menanti.

Jika belum memiliki modal yang terlalu besar, Anda bisa memilih P2P Lending atau investasi saham. Ini merupakan investasi jangka panjang dengan perputaran dana yang lumayan cepat, sehingga Anda bisa segera balik modal.

7. Jangan Terburu-Buru Memberikan Dana


Jangan Terburu-Buru Memberikan Dana
pexels.com/energepic.com

Setelah melakukan semua langkah di atas dan yakin sudah menemukan perusahaan yang tepat, Anda tetap harus waspada sebelum menyerahkan dana. Sebelum tanda tangan, baca surat perjanjian dengan cermat dan teliti. Jangan terburu-buru menyerahkan dana sebelum menandatangani perjanjian yang resmi. Agar lebih aman, lakukan perjanjian tersebut di hadapan notaris.

Demikian tujuh tips menghindari investasi bodong yang telah tim WowKeren rangkum. Simak juga artikel ini untuk mengetahui berbagai aplikasi investasi online yang aman dan terpercaya. Selain itu, Anda juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui aplikasi menabung yang anti ribet.

You can share this post!

Related Posts