Beredar Data Raffi Ahmad dan BCL Bakal Terima Vaksin Covid-19 Setelah Presiden Jokowi, Beneran?
Selebriti

Media sosial dihebohkan dengan data yang memperlihatkan nama Raffi dan BCL sebagai penerima vaksin Corona setelah Jokowi. Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi turut buka suara soal kabar tersebut.

WowKeren - Beredar kabar bahwa Raffi Ahmad menjadi salah satu penerima vaksin Covid-19 setelah Presiden Joko Widodo. Selain Raffi, ada juga nama Bunga Citra Lestari alias BCL dalam daftar yang ramai beredar di media sosial.

Daftar tersebut berupa potret slide presentasi nama-nama penerima vaksin Covid-19. Menanggapi hal tersebut, juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi pun buka suara. Ia menjelaskan calon penerima vaksin Covid-19 masih dalam tahap pembahasan.

"Slidenya bukan rilis resmi Kemkes ya dan Informasi tersebut tidak dapat dijadikan rujukan," kata Siti Nadia Tarmizi pada Jumat (8/1) seperti dilansir dari Suara. "Karena hingga saat ini, pelaksanaan dan tokoh-tokoh yang akan mengikuti vaksinasi Covid-19 perdana masih dalam tahap pembahasan dan kita masih menunggu keluarnya EUA ya."

Siti Nadia Tarmizi juga meminta masyarakat untuk tidak mudah termakan hoaks. Ia mengungkap untuk masalah pelaksanaan vaksin dapat dicek langsung melalui situs resmi milik pemerintah.

"Kami tentunya meminta semua pihak untuk tidak merujuk dan menyebarluaskan informasi tersebut, serta menunggu informasi resmi tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19," tutur Siti Nadia Tarmizi.


Penerima Vaksin

Sumber: Suara.com

Dari slide yang beredar memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi serta jajaran menteri dan pejabat lainnya yang akan divaksin pertama. Berikutnya ada Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, Ketua Satgas NU Peduli Covid-19, Dokter Tirta, Najwa Shihab, Raffi Ahmad hingga Bunga Citra Lestari yang berada di kelompok kedua.

Diketahui Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd., tersebut. Menjelang vaksinasinya, Jokowi menegaskan bahwa ia bukan mendahulukan diri dalam langkah penyelamatan dari wabah virus Corona ini.

"Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," tulis Jokowi dalam postingan Instagram pada Kamis (7/1).

Diketahui Indonesia akan menggelar vaksinasi COVID-19 dalam 2 gelombang, dengan prioritas utama adalah tenaga kesehatan. Bagi para tenaga kesehatan wajib memeriksa apakah identitasnya sudah masuk daftar penerima vaksin atau belum, dengan cara yang bisa dilihat di sini.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts