Selena Gomez Mendadak Kecam Bos Facebook Hingga Twitter Habis-Habisan, Ada Apa?
Getty Images
Selebriti

Pelantun 'Lose You To Love Me' tersebut mendadak mengecam para CEO platform media sosial seperti Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, Jack Dorsey, Sundar Pichai, dan Susan Wojcicki.

WowKeren - Si cantik Selena Gomez kembali menjadi sorotan usai secara terbuka mengecam bos platform media sosial terkait kerusuhan di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat. Menurut pelantun "Lose You To Love Me" tersebut, kerusuhan yang terjadi tak terlepas dari peran dunia maya.

"Kejadian hari ini adalah akibat dari membiarkan orang-orang yang di dalam hatinya penuh kebencian, menggunakan platform yang seharusnya digunakan untuk menyatukan dan memungkinkan orang untuk membangun komunitas," demikian cuit Selena melalui akun media sosial miliknya.

Mantan kekasih Justin Bieber tersebut mengecam Facebook, Twitter, dan Instagram yang secara langsung ataupun tidak telah memfasilitasi ujaran kebencian. Ia menyebut, banyak ujaran kebencian yang dibiarkan beredar begitu saja.

"Facebook, Instagram, Twitter, Google, Mark Zuckerberg, Sheryl Sandberg, Jack Dorsey, Sundar Pichai, Susan Wojcicki, Anda semua telah mengecewakan rakyat Amerika hari ini, dan saya harap Anda akan memperbaiki keadaan di masa mendatang," katanya.

Sebagaimana diketahui, kerusuhan terjadi setelah pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerobos gedung Capitol di Washington DC, pada Rabu (6/1) waktu setempat. Mereka mencoba membatalkan pengesahan hasil pemilihan presiden 2020. Mereka menyerbu dan merusak Gedung Capitol sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden tahun ini oleh Kongres.


Menurut sumber seorang anggota Kongres AS, petugas kepolisian pengamanan obyek vital langsung bersiaga dengan mencabut senjata api mereka ketika massa Trump hendak menerobos ke ruang sidang.

Di sisi lain, ini bukanlah pertama kalinya Selena secara terbuka memberikan kritik secara terang-terangan pada platform media sosial. Sebelumnya, mantan aktris Disney itu pernah melakukan hal serupa pada November 2020 lalu, di mana ia menulis sebuah surat terbuka untuk CEO Google, Sundar Pichai.

Dalam surat tersebut Selena mengkritik Google yang dinilai berperan penting dalam menyebarkan disinformasi selama masa pemilihan Presiden AS 2020. Dalam suratnya, Selena menulis:

"Hi, Sundar. Meskipun kita tidak pernah bertemu, (tapi) aku tahu bahwa Google menghasilkan jutaan Dolar dengan meletakkan iklan di website-website yang menyebarkan disinformasi tentang pemilu," demikian bunyi awal surat yang dikirimkan Selena.

"Aku berharap kau juga menemukan hal-hal semacam ini (disinformasi di Google). Tolong segera matikan ini. Nasib negara kita tergantung dari hal-hal seperti ini. Terima Kasih," pungkas pelantun "Fetish" tersebut.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts