Tak Cuma Pejabat Gedung Putih, Para Menteri Kabinet Trump Juga Undurkan Diri Usai Kerusuhan Capitol
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Pengunduran para menteri ini menyusul sejumlah pejabat Gedung Putih kepercayaan Trump yang kompak mengundurkan diri usai melihat kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill.

WowKeren - Dua menteri kabinet Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan pengunduran diri dari jabatan akibat kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol Hill. Kedua menteri itu yakni Menteri Pendidikan Betsy DeVos dan Menteri Transportasi Elaine Chao.

Pengunduran DeVos dan Chao ini menyusul sejumlah pejabat Gedung Putih yang lebih dulu melakukan hal serupa. Sebelumnya, pejabat Gedung Putih juga dikabarkan beramai-ramai mengundurkan diri usai melihat kerusuhan pendukung Trump di Capitol Hill.

Penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, wakil penasihat keamanan nasional Matt Pottinger, dan wakil kepala staf Chris Liddell mempertimbangkan mengundurkan diri secepatnya pada Rabu (6/1) malam waktu setempat.

Menurut seorang pejabat AS, DeVos mengajukan surat pengunduran diri akibat respons Trump dalam menanggapi kerusuhan di Capitol Hill. Sementara itu, Chao telah lebih dulu mengajukan mundur dari jabatan menteri. Menurut Chao, keputusan itu diambil dirinya setelah memikirkan pemberontakan di Capitol Hill.

"Hari ini, ada banyak orang yang berdiskusi dan memutuskan mencari kedamaian (di dalam kabinet Trump). Jelas, ini adalah hal yang benar dilakukan," kata pejabat AS tersebut, sebagaimana dilansir dari CNN.


Chao mengatakan dia bahkan sempat mendiskusikan keputusannya untuk mundur bersama sang suami yang merupakan Ketua Partai Republik di Senat, Mitch McConnell. Selain DeVos dan Chao, Wakil Menteri Kesehatan dan Layanan Publik, Elinore McCance-Katz, juga mundur akibat sikap Trump menanggapi kerusuhan di Capitol.

"Saya memilih mundur hari ini sebagai Wakil Menteri Kesehatan untuk urusan Kesehatan mental dan Penyalahgunaan Zat," kata McCance-Katz melalui sebuah surat.

McCance-Katz mengatakan ini adalah keputusan yang tak pernah ia rencanakan sebelumnya. Namun, pikirannya berubah ketika melihat kerusuhan di Capitol Hill berlangsung.

"Adalah rencana saya untuk tinggal sampai pergantian pemerintahan terjadi. Tapi rencana itu benar-benar berubah tiba-tiba tadi malam ketika saya melihat kerusuhan Gedung Capitol yang kejam. Saya percaya bahwa perilaku ini sama sekali tidak dapat diterima dan dalam hati saya sendiri, saya tidak dapat melanjutkannya," ujarnya.

Kerusuhan terjadi ketika pendukung Presiden Donald Trump menyerbu masuk ke Gedung Kongres di Capitol Hill, Washington D.C, Amerika Serikat pada Rabu petang (6/1) waktu setempat.

Pendukung Donald Trump melakukan demonstrasi saat kongres mengesahkan kemenangan Joe Biden di Piplres AS. Unjuk rasa berlangsung ricuh. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts