Serikat Pramugari AS Minta Pendukung Trump yang Terlibat Kerusuhan Capitol Dilarang Naik Pesawat
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Imbas Kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill pada Rabu (6/1) lalu, membuat Serikat Pramugari Amerika mengusulkan agar demonstran pendukung Donald Trump dilarang menaiki pesawat.

WowKeren - Serikat Pramugari Amerika mengusulkan agar demonstran pendukung Donald Trump dilarang menaiki pesawat. Usul tersebut disampaikan menyusul dari kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill Rabu (6/1) waktu setempat.

Dikutip dari Fox News, Presiden Association of Flight Attendants-CWA, Sara Nelson, yang mewakili karyawan dari 17 maskapai penerbangan, seperti United, Alaska, dan Spirit mengatakan bahwa para demonstran pro-Trump harus dilarang terbang dengan pesawat komersial dari Washington, setelah menunjukkan 'perilaku mentalitas massa' di pesawat.

"Perilaku mentalitas massa yang terjadi pada beberapa penerbangan ke daerah D.C., kemarin tidak dapat diterima dan mengancam keselamatan dan keamanan setiap orang di dalam pesawat," kata Sara Nelson, dalam sebuah pernyataan.

"Tindakan kekerasan dan penghasutan mereka di Capitol hari ini (7/1) menciptakan kekhawatiran lebih lanjut tentang kepergian mereka dari wilayah D.C," sambungnya. "Tindakan melawan demokrasi kita, pemerintah kita, dan kebebasan yang kita klaim sebagai orang Amerika harus mendiskualifikasi individu-individu ini dari kebebasan terbang."


Untuk itu, serikat pramugari mendorong maskapai penerbangan dan organisasi seperti Administrasi Penerbangan Federal dan Departemen Transportasi untuk menegakkan keselamatan penumpang, serta awak kabin.

"Kami mengambil tindakan tegas untuk keselamatan penerbangan dan kami mendorong maskapai penerbangan, lembaga pemerintah, dan penegak hukum untuk membantu mencegah masalah penerbangan kami. Penting bagi kami untuk menjaga ketertiban dan ketenangan di kabin pesawat - untuk keselamatan dan keamanan, serta kepercayaan masyarakat untuk bepergian," tulis Association of Flight Attendants-CWA’s di situs resmi mereka.

Seperti yang telah diketahui, massa pendukung Trump menyerbu Capitol Hill sebagai upaya untuk mengganggu sertifikasi suara Electoral College, memaksa anggota parlemen untuk meninggalkan gedung, dan menunda pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden. Para demonstran tersebut berhasil masuk ke gedung setelah menerobos jendela Capitol.

Polisi setempat sempat kewalahan menangani para demonstran tersebut. Sementara itu, diketahui terdapat korban jiwa sebanyak 4 orang dalam peristiwa tersebut.

"Satu wanita dewasa dan dua pria dewasa tampak menderita situasi medis darurat secara terpisah yang mengakibatkan mereka meninggal," kata Kepala Kepolisian Washington DC, Robert Contee. "Setiap korban jiwa di distrik ini sangat tragis dan duka cita kami terkirim untuk keluarga yang kehilangan mereka."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts