Trump Akhirnya Secara Terbuka Akui Tak Akan Jadi Presiden Periode Kedua
Getty Images
Dunia

Pengakuan Donald Trump ini muncul dua bulan setelah pemilihan umum berlangsung pada November lalu dan ketika seruan untuk memakzulkannya kembali ramai terdengar.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui secara terbuka untuk pertama kalinya bahwa ia tidak akan menjabat untuk periode kedua di Gedung Putih.

Dalam pidatonya di Gedung Putih melalui sebuah video, Trump mengatakan bahwa transisi pemerintahan saat ini sedang berlangsung. "Pemerintahan baru akan diresmikan pada 20 Januari. Fokus saya saat ini adalah memastikan peralihan kekuasaan yang mulus, teratur, dan lancar," kata Trump dalam video tersebut.

Sebelumnya, Trump memang telah berjanji akan melakukan transisi kekuasaan secara damai. Namun, pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui Wakil Kepala Staf-nya, Dan Scavino. Meski demikian, Trump menyatakan tidak setuju dengan hasil Pemilihan Presiden 2020 yang memenangkan Joe Biden.

"Meski saya sama sekali tidak setuju dengan hasil Pemilu, dan faktanya telah membuktikan, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari," tutur Trump dalam pernyataan tersebut. "Saya selalu mengatakan bahwa kami akan melanjutkan perjuangan untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini mewakili akhir masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi!"


Dilansir dari CNN, meski telah mengakui pemerintahan baru akan segera dilantik, tetapi Trump tetap tak memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden.

Pengakuan Trump ini muncul dua bulan setelah pemilihan umum berlangsung pada November lalu dan ketika seruan untuk memakzulkannya kembali ramai terdengar.

Dewan Perwakilan, Senat, hingga Jaksa Agung AS mendesak Wakil Presiden Mike Pence segera mengeluarkan Amandemen ke-25 untuk mencopot dan menggantikan Trump yang dinilai menghasut pendukungnya untuk melakukan kerusuhan di Gedung Capitol Hill pada Rabu (6/1).

Sebagaimana diketahui, massa pendukung Donald Trump sempat menerobos Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat (AS), dan membuat kerusuhan. Massa menyerbu Capitol pada saat rapat Kongres terkait finalisasi penghitungan hasil suara Pilpres AS yang memenangkan Joe Biden dilaksanakan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait