Beredar Video Keluarga Trump Gelar Pesta Sebelum Kerusuhan di Capitol Terjadi
Getty Images
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Sebuah video memperlihatkan keluarga Trump dan anggota senior Gedung Putih berpesta dalam suasana riang beberapa jam sebelum kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Washington D.C, viral di media sosial.

WowKeren - Sebuah video yang beredar di media sosial baru-baru ini tengah menjadi sorotan warga Amerika Serikat. Pasalnya, dalam video tersebut memperlihatkan keluarga Trump dan anggota senior Gedung Putih berpesta dalam suasana riang beberapa jam sebelum kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Washington D.C, Rabu (6/1) lalu.

Diketahui, video tersebut direkam oleh Donald Trump Jr. dan menunjukkan ia berpesta dengan pacarnya, saudara perempuan Ivanka, saudara laki-laki Eric, presiden dan pejabat senior lainnya termasuk kepala staf Gedung Putih Mark Meadows.

Video tersebut tampaknya diambil tepat sebelum Trump berbicara di rapat umum untuk para pendukungnya, meminta mereka untuk berbaris di gedung Capitol. Trump membangunkan pendukungnya "untuk melawan" dan "merebut kembali negara kita" saat dia berjanji untuk bergabung dengan mereka.

“Setelah ini, kita akan turun, dan aku akan berada di sana bersamamu,” katanya kepada mereka. “Kita akan berjalan ke Capitol. Anda tidak akan pernah mengambil kembali negara kami dengan kelemahan, Anda harus menunjukkan kekuatan, dan Anda harus kuat."


Beredar Video Keluarga Trump Gelar Pesta Sebelum Kerusuhan di Capitol Terjadi

Twitter

Trump tidak benar-benar turun bergabung dengan massa, namun ia melihat dari balik layar kekacauan yang terjadi secara pribadi. Video pra-pidato menunjukkan keluarga Trump merayakan di tenda darurat yang dilengkapi dengan berbagai monitor yang menunjukkan kerumunan di sekitar ibu kota.

Presiden, Ivanka dan Eric terlihat mengawasi monitor dengan cermat beberapa saat sebelum kekerasan pecah. Dalam video tersebut juga, Don Trump Jr. menyalakan kameranya sendiri dan berterima kasih kepada calon perusuh karena telah melakukan perintah ayahnya.

Ia menyebutkan jika para pengunjuk rasa adalah"patriot" yang "muak dengan omong kosong" dan berulang kali mendesak mereka untuk "berperang". Beredarnya video tersebut di media sosial tentunya menuai kecaman. Tak hanya itu, banyak yang berspekulasi jika Keluarga Trump dengan sengaja merencanakan kekacauan tersebut.

Setelah pidatonya, presiden mundur untuk menonton kekacauan yang terjadi di TV dan, menurut laporan di The Washington Post, menolak permintaan untuk mengutuk kekerasan dengan seorang ajudan menggambarkan dia pada saat itu sebagai "monster".

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts