Kondisi 'Tak Stabil', Trump Dikhawatirkan Bakal Lancarkan Serangan Nuklir
The New York Times
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi meminta pemimpin tertinggi militer AS agar Presiden Donald Trump yang disebut tengah 'tidak stabil' menjauhi tombol peluncur serangan nuklir.

WowKeren - Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi meminta pemimpin tertinggi militer di Negara Paman Sam, untuk mencegah Presiden Donald Trump melakukan tindakan nekat jelang akhir kepemimpinannya. Hal ini disebabkan karena pecahnya kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Washington D.C. pada Rabu (6/1) lalu.

Pelosi ingin memastikan bahwa Trump yang disebut tengah 'tidak stabil' tak melancarkan tindakan militer semisal serangan nuklir. Dikutip dari AFP, Sabtu (9/1), Pelosi bicara dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Mark Malley terkait hal itu. Hal tersebut terungkap dalam sebuah pernyataan Pelosi kepada koleganya di DPR.

"Mendiskusikan tindakan pencegahan yang tersedia untuk mencegah presiden yang tidak stabil mengambil langkah militer atau mengakses kode peluncuran dan memerintahkan serangan nuklir," demikian pernyataan tersebut.


Dalam surat kepada rekan Partai Demokrat di DPR, Pelosi juga mengatakan bahwa dia siap untuk pemakzulan Trump apabila tetap tak bersedia mengundurkan diri secara sukarela, menyusul hasil pemilu yang memenangkan Joe Biden. Langkah tersebut juga akan dilakukan apabila Wakil Presiden Mike Pence tidak memulai proses yang memungkinkan ia dan kabinet mencopot Trump. "Jika presiden tidak segera meninggalkan jabatannya dan dengan sukarela, Kongres akan melanjutkan tindakan kami," katanya.

Seperti yang telah diketahui, Trump masih belum tampak berbesar hati menerima kekalahannya di Pilpres yang diselenggarakan bulan November 2020 lalu. Hal serupa terjadi pada pendukungnya, yang mencoba menjegal kemenangan Biden dengan menyerbu gedung Kongres AS, US Capitol Hill.

Kerusakan dan korban jiwa pun tak terelakan karena persitiwa ini. Bahkan Trump sendiri telah ditinggalkan oleh para pejabat Gedung Putih.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts